Sabtu, 09 April 2016


Pengertian Etika  – Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Untuk itu perlu kiranya bagi kita mengetahui tentang pengertian etika serta macam-macam etika dalam kehidupan bermasyarakat.
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis, yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). Manusia disebut etis, ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya, antara rohani dengan jasmaninya, dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau norma-norma yang dikaitkan dengan etika, terdapat dua macam etika :

1. Etika Deskriptif

Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis.

2. Etika Normatif

Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. jadi Etika Normatif merupakan normanorma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.
Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi, yaitu sebagai berikut:

1. Jenis pertama,etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia.

2. Jenis kedua, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama.Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma, karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat, akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik.

3. Jenis ketiga, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif, dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta, cukup informasi, menganjurkan dan merefleksikan. Definisi etika ini lebih bersifat informatif, direktif dan reflektif.





Pengertian Estetika - Kata estetika berasal dari kata Yunani aesthesis yang berarti perasaan, selera perasaan atau taste. Dalam prosesnyan Munro mengatakan bahwa estetika adalah cara merespon terhadap stimuli, terutama lewat persepsi indera, tetapi juga dikaitkan dengan proses kejiwaan, seperti asosiasi, pemahaman, imajinasi, dan emosi. Ilmu estetika adalahsuatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut keindahan.
Estetika adalah hal yang mempelajari kualitas keindahan dari obyek, maupun daya impuls dan pengalaman estetik pencipta dan pengamatannya. Estetika dalam kontek penciptaan menurut John Hosper merupakan bagian dari filsafat yang berkaitan dengan proses penciptaan karya yang indah.

Mengapa mengenal estetika

Pertama, karena karya-karya seni dan desain yang alami maupun yang buatan begitu berharga sehingga dipelajari ciri-ciri khasnya demi karya seni dan desain itu sendiri.
Kedua, ia mesti berpendapat bahwa pengalaman estetika (pengalaman mengenaikarya seni dan desain) itu begitu berhargabaik untuk kelompoknya maupun masing-masing anggotanya sehingga karya seni dan desain itu mesti dipelajari.

Ketiga, mungkin dikira bahwa pengalaman ini begitu bernilai pada dirinya sendiri sehingga membutuhkan pengujian dan penelitian mengenai kualitaskualitas karya seni dan desain itu Estetika merupakan pengetahuan yang mempelajari dan memahami melalui pengamatan hal ikhwal keindahan baik pada obyek maupun subyek atau pencipta dan  pengamatan melalui proses kreatis dan fisolofis.

Estetika dalam industri grafis komunikasi

-Penggabungan estetika dengan teknologi dalam industri grafis komunikasi merupakan suatu yang kompleks dan mengarah pada perkembangan penggayaan tertentu berdasarkan kebutuhan praktis.

-Penggabungan estetika dengan teknologi dalam industri grafis komunikasi merupakan suatu yang kompleks dan mengarah pada perkembangan penggayaan tertentu berdasarkan kebutuhan praktis.

Ikatan kerjasama desainer grafis pada perusahaan

-Pemasaran bagian pemasaran adalah mengumpulkan data tentang selera pasar yang layak jual.

-Keuangan
menentukan anggaran produksi.

-Produksi
merencanakan efektifitas dan efisiensi produk.

-Teknisi
memacu produksi dan merekayasa teknologi agar dapat memproduksi lebih cepat dengan biaya lebih ringan.





Peradaban - adalah bagian-bagian dari kebudayaan yang tinggi, halus, indah, dan maju. Sedangkan Pengertian peradaban yang lebih luas adalah kumpulan sebuah identitas terluas dari seluruh hasil budi daya manusia, yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia baik fisik (misalnya bangunan, jalan), maupun non-fisik (nilai-nilai, tatanan, seni budaya maupun iptek), yang teridentifikasi melalui unsur-unsur obyektif umum, seperti bahasa, sejarah, agama, kebiasaan, institusi, maupun melalui identifikasi diri yang subjektif. Istilah "peradaban" dalam bahasa inggris disebut civilization atau dalam bahasa asing lainnya .

Istilah Peradaban ini sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita pada perkembangan dari kebudayaan dimana pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya yang berwujud unsur-unsur budaya yang halus indah, tinggi, sopan, luhur, dan sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi. Ciri-Ciri Umum Peradaban - Peradaban memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang berfungsi dalam memperjelas peradaban dan juga berfungsi dalam membedakan peradaban dan kebudayaan dimana kita tahu bahwa banyak dari kita yang menganggap bahwa peradaban dan kebudayaan sama, padahal peradaban dan kebudayaan tersebut adalah sangat berbeda. Maka dari itu, ciri-ciri peradaban sangat membantu dalam membedakan antara peradaban dan kebudayaan.

 Ciri-ciri umum sebuah peradaban adalah sebagai berikut :
1.    Pembangunan kota-kota baru dengan tata ruang yang baik, indah, dan modern
2.    Sistem pemerintahan yang tertip karena terdapat hukum dan peraturan. 
3. Berkembangnya beragam ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih maju seperti astronomi, kesehatan, bentuk tulisan, arsitektur, kesenian, ilmu ukur, keagamaan, dan lain-lainnya. 
4.    Masyarakat dalam berbagai jenis pekerjaan, keahlian, dan strata sosial yang lebih kompleks 


Selasa, 08 Maret 2016

YANG HARUS DILAKUKAN DI ERA GLOBALISASI UNTUK MEMPERTAHANKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA




     Istilah “identitas nasional” secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Sedangkan dalam term antropologi, identitas adalah sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi, golongan sendiri, kelompok sendiri, atau negara sendiri.

     Berdasarkan pengertian yang demikian ini maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan sifat, ciri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. Jadi Identitas nasional adalah sebuah kesatuan yang terikat dengan wilayah dan selalu memiliki wilayah (tanah tumpah darah mereka sendiri), kesamaan sejarah, sistem hukum/perundang undangan, hak dan kewajiban serta pembagian kerja berdasarkan profesi.

     Demikian hal ini juga sangat ditentukan oleh proses bagaimana bangsa tersebut terbentuk secara historis. Berdasarkan hakikat pengertian “identitas nasional” sebagaimana dijelaskan di atas maka identitas nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau kepribadian suatu bangsa.

     Identitas nasional pada hakikatnya merupakan manifestasi nilai-nilai Budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khas. Dengan ciri-ciri khas tersebut, suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam hidup dan kehidupannya. Diletakkan dalam konteks Indonesia, maka Identitas Nasional itu merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang sudah tumbuh dan berkembang sebelum masuknya agama-agama besar di bumi nusantara ini dalam berbagai aspek kehidupan dari ratusan suku yang kemudian dihimpun dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan Nasional dengan acuan Pancasila dan roh
Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar dan arah pengembangannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

A. Unsur-unsur Identitas Nasional
     Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Kemajemuka itu merupakan gabungan unsur-unsur pembentuk identitas. Unsur-unsur pembentuk Identitas Nasional Indonesia, yaitu:

1. Suku Bangsa
     Suku bangsa adalah kesatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan sosial lain berdasarkan kesadaran akan identitas perbedaan kebudayaan, khususnya bahasa. Kesadaran nasional merupakan hal yang paling dasar menyatukan bangsa, yaitu sadar berbangsa dan bernegara Indonesia, dengan semangat persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan cita-cita bersama dalam satu negara.

2. Agama
     Indonesia merupakan negara yang multi agama. Semua agama di Indonesia harus menganjurkan para umatnya untuk bersatu dan saling menghormati dalam beragama. Indonesia merupakan negara “ Theis Demokratis” yakni: negara yang berketuhanan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi semua agama, melindungi dan menjamin agama-agama yang diberi kesempatan yang sama.

3. Kebudayaan
     Kebudayaan merupakan keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengamalannya dan yang menjadi pedoman tingkah laku dan amal perbuatan. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dapat dikatakan bahwa kebudayaan daerah merupakan kerangka dasar yang saling berintegrasi menuju kesatuan kebudayaan bangsa atau kebudayaan nasional. Integrasi kebudayaan merupakan kerangka dasar untuk mewujudakan integrasi bangsa atau integrasi nasional yang kukuh dan tangguh. Integrasi nasional yang dimasudakan adalah proses penyatuan berbagai kelompok sosial budaya ke dalam kesatuan wilayah dan pembentuk suatu identitas nasional.

4. Bahasa
     Bahasa adalah sistem lambang yang dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai saran komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran. Di Indonesia banyak terdapat berbagai ragam bahasa daerah sebagai sarana interaksi antar manusia yang mewakili banyak suku bangsa atau etnis. Negara mengrhormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.

B. Keterkaitan antara Identitas Nasional dengan Globalisasi
     Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran dan aspek kebudayaan lainnya. Adanya era globalisasi dapat berpengaruh terhadap nila-nilai budaya bangsa indonesia. Era globalisasi tersebut datang dan menggeser nilai-nilai yang telah ada. Nilai-nilai tersebut bersifat positif dan negatif. Ini semua merupakan ancaman, tantangan dan sekaligus peluang bagi bangsa indonesia untuk berkreasi dan berinovasi disegala aspek kehidupan.

      Di era globalisasi pergaulan antar bangsa semakin ketat. Batas negara dan batas wilayah tidak menjadi penghalang. Didalam pergaulan antarbangsa yang semakin kental itu akan terjadi proses akulturasi, saling meniru dan memengaruhi antara budaya masing-masing. Sehungga pada proses akulturasi tersebut dapat melunturkan tata nilai yang merupakan jati diri bangsa indonesia. Lunturnya tata nilai tersebut biasanya ditandai oleh dua faktor berikut:

1. Semakin menonjolnya sikap individualistis. Hal ini bertentangan dengan asas gotong royong.
2. Semakin menonjolnya sikap materialistis yang berarti harkat dan martabat manusia hanya diukur dari hasil atau keberhasilan seseorang dalam memperoleh kekayaan. Hal ini bisa berakibat bagaimana cara memperolehnya menjadi tidak dipersoalkan lagi. Bila hal ini terjadi, berarti etika dan moral telah dikesampingkan.

     Pengaruh negatif akibat proses akulturasi dapat merongrong nilai-nilai yang telah ada didalam masyarakat kita. Untuk membendung arus globalisasi yang sangat deras itu, kita harus berupaya menciptakan suatu kondisi agar ketahanan nasional dapat terjaga dengan cara membangun sebuah konsep nasionalisme kebangsaan yang mengarah kepada konsep Identitas Nasional.

C. Upaya untuk Mempertahankan Identitas Nasional di Era Globalisasi
     Dalam arus globalisasi ada begitu banyak tantangan yan dihadapi oleh berbagai Negara, maka begitu banyak pula tuntutan untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi tersebut. Termasuk juga tantangan dalam mempertahankan jati diri bangsa. Untuk menghadapi hal ini perlu adanya strategi untuk mempertahankan identitas nasional yang termasuk jati diri bangsa diantaranya dengan mengembangkan nasionalisme, pendidikan, budaya dan bela Negara.

1. Mengembangkan nasionalisme
     Nasionalisme telah menjadi pemicu kebangkitan kembali dari budaya yang telah memberi identitas sebagai anggota dari masyarakat bangsa- bangsa. Secara umum, nasionalisme dipahami sebagai kecintaan terhadap tanah air, termasuk segala aspek yang terdapat didalamnya. Dari pengertian tersebut ada beberapa sikap yang bisa mencerminkan sikap nasionalisme, yaitu :

a. Menggunakan barang – barang hasil bangsa sendiri, karena bisa menumbuhkan rasa cinta dan bangga dengan hasil tangan kreatif penduduknya.
b. Menghargai perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan bangsa ini, bertujuan untuk membangkitkan jiwa nasionalisme.
c. Berprestasi dalam semua bidang bertujuan untuk menambahkan rasa bangga dan sikap rela berkorban.

Tiga aspek dalam konteks nasionalisme adalah :

a. Politik
b. Sosial ekonomi
c. Budaya

2. Pendidikan
     Pendidikan nasionalisme mempunyai peran yang besar didalam pembentukan jati diri bangsa Indonesia. Salah satu kenyataan bangasa Indonesia adalah memiliki kekayaan budaya beraneka ragam dengan jumlah suku bangsa yang ratusan dengan budaya masing – masing merupakan kekayaan yang sangat berharga dalam dalam pembentukan bangsa Indonesia yang multicultural. Didalam upaya pembentukan dan mempertahankan jati diri bangsa, peran pendidikan sangat efektif untuk menimbulkan rasa memiliki dan keinginan untuk mengembangkan kekayan nasional dari masing – masing budaya lokal.

3. Pelestarian budaya
     Budaya merupaka salah satu penentu jati diri bangsa, budaya adalah hasil karya cipta manusia yang dihasilkan dan telah dipakai sebgai bagian dari tata kehidupan sehari –hari.
Suatu budaya yang dipakai dan diterapkan dalam kehidupan akan mempengaruhi pembentukan pola kehidupan masyarakat, seperti rajin bekerja. Namun pada kenyataannya budaya Indonesia sekarang ini mulai menghilang karena pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia.

Ada dua hal untuk membangunkan jati diri dan budaya bangsa :

a. Merevatalisasi kedaulatan politik, ekonomi dan budaya agar berada pada jalur yang benar dan sesuai dengan hakikat bangsa yang merdeka sehingga bangsa kita mampu mandiri dan bermartabat.
b. Mendorong political will penyelenggaraan Negara, baik legislatif maupun eksekutif untuk membangun dan menjabarkan kembali nilai – nilai dan semangat kebangsaan disetiap hati nurani rakyat.

4. Bela Negara
     Bela Negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga Negara, hal demikian membuktikan bahwa bela Negara juga menjadi suatu aturan agar setiap warga Negara harus melakukan tindakan bela Negara demi ketahanan dan eksitensi sebuah Negara.


-   Menggunakan Pancasila sebagai Filter Budaya Asing dan Kemajuan Iptek
          Pancasila adalah dasar negara Indonesia dan sekaligus merupakan pandangan hidup bangsa. Di dalam sila-sila Pancasila terdapat kristalisasi nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia yang sudah berurat akar. Bagi bangsa Indonesia, nilai-nilai itu merupakan jati diri bangsa yang menjadi cita-cita moral yang perlu diwujudkan.

        Dengan adanya tantangan globalisasi yang semakin menggila ini, Pancasila dapat dimanfaatkan sebagai filter atau penyaring berbagai pengaruh yang ditimbulkan oleh globalisasi. Tentunya, kita harus bersikap bijaksana dan mau membuka diri terhadap globalisasi dan kemajuan iptek. Namun, diperlukan juga sikap waspada terhadap pengaruh yang ditimbulkannya. Apakah pengaruh itu sesuai dengan Pancasila atau tidak? Kalau sesuai, dapat diambil dan sebaliknya kalau tidak sesuai dapat ditolak. Dengan begitu, kita dapat mencontoh atau meniru pengaruh baiknya dan tentunya dapat menghindarkan diri dari pengaruh buruk yang ditimbulkannya. Dalam hal itu, Pancasila dapat dijadikan ukuran atau filter dalam penerimaan dan penolakan pengaruh globalisasi yang dapat memudarkan jati diri bangsa Indonesia.


-   Memotivasi Bangsa Indonesia untuk Bersikap Kritis terhadap Perubahan
        Perubahan belum tentu buruk. Nah, kamu harus dapat memilah mana perubahan yang baik dan mana yang buruk. Setelah itu, kamu juga harus pandai-pandai menyikapi perubahan-perubahan tersebut. Dengan sikap kritis dan bijak, kamu dapat mengambil keuntungan dari sikap perubahan-perubahan yang ada tanpa terjerumus atau terpengaruh oleh dampak negatif yang ditimbulkannya.


        Nah oleh karna itu Bangsa Indonesia agar bisa menjadi Negara yang maju dan bermartabat tinggi serta tidak dipandang sebelah mata oleh negara lainnya kita harus menanemkan dalam Hati nilai nilai yang baik seperti rendah hati, pantang menyerah, bersifat merendah dan jangan lupa harus memiliki skill yang baik yang memiliki banyak kemampuan atau bisa disebut multitalent, seperti bisa berbahasa asing dengan baik, dapat menjadi pemimpin yang baik dan benar, dapat bertanggung jawab dengan baik, dan lain sebagainya yang masih banyak lagi.
“ K3 UNTUK INDONESIA YANG LEBIH PRODUKTIF ”



            Apasih yang kalian ketahui tentang K3 ? dan kepanjangan dari K3 ?, Atau kalian tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan K3 dan kepanjangan dari K3 tersebut ?, Oke jika kalian belum mengerti apa itu arti dari K3 dan kepanjangan dari K3 kami akan membantu anda untuk mengetahui seberapa dalam K3 itu, Disini kami bukan mahasiswa jurusan K3 ataupun jurusan Kesehatan, Tetapi kami akan menjabarkan sedikit yang kami ketahui tentang apa itu K3 ?.
            K3 itu adalah kepanjangan dari Keslamatan dan Kesehatan Kerja, Didalam K3 tersebut umumnya memiliki 3 versi diantaranya adalah pengertian K3 menurut  Filosofi, Keilmuan serta menurut standar OHSAS 18001:2007.
Berikut adalah penjabaran dan definisi K3 sesuai dengan Filosofi, Keilmuan serta menurut standar OHSAS 18001:2007 :
-K3 Menurut Filsofi.
Keslamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan Jasmani maupun Rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya, Supaya dapat menjadi manusia yang makmur untuk kedepannya.
-K3 Menurut Keilmuan.
            Keslamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah definisi tentang semua ilmu yang di jabarkan dan penerapannya untuk mencegah terjadinya apa yang tidak kita inginkan kedepannya seperti, Kecelakaan Kerja, Penyakit yang ditimbulkan akibat Pekerjaan, Peledak, Kebakaran dan Pencemaran Lingkungan.
-K3 Menurut standar OHSAS 18001:2007.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja maupun orang lain (kontraktor, pemasok, pengunjung dan tamu) di tempat kerja. Standar OHSAS 18001 ialah standar yang paling secara umum banyak dianut (dirujuk) oleh banyak perusahaan (organisasi) dalam melaksanakan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam manajemen organisasi (perusahaan) yang bersangkutan. Standar OHSAS 18001 merupakan standar yang mudah digunakan serta mudah diterapkan dan dikembangkan pada berbagai macam organisasi dan tingkatannya (misal : organisasi pendidikan, perusahaan, rumah sakit maupun organisasi/bisnis/perusahaan lainnya).
Nah setelah kami membahas apa itu K3 dan apa itu kepanjangan dari K3, Selanjutnya kami akan membahas alat – alat apa saja yang digunakan dalam proses K3, Mulai dari alat untuk memadamkan Api ringan, Api besar, Helm Safty, Menaggulangi terjadinya kecelakaan saat bekerja dalam proyek dan lain sebagainya yang masih banyak lagi, Berikut Alat – Alat yang digunakan dalam K3 :

       HELM SAFETY



Yang pertama kita akan membahas, apa fungsi dari helm safety terlebih dulu. warna mencolok atau terang pada helm safety seperti warna kuning yang terdapat pada gambar disamping hadir dengan tujuan utamanya yaitu, berharap pekerja yang menggunakan helm untuk keselamatan diri ini akan lebih mudah terlihat apabila ada kendaraan atau alat berat yang mau lewat sehingga tidak menabrak pekerja, Dimana setiap pekerja wajib menggunakan Helm Safety tersebut agar melindungi kepala dari kejatuhan atau benturan benda apapun, Pada helm terdapat lobang kecil yang di fungsikan untuk mengsinkronisasikan udara yang keluar dan masuk agar kepala didalam tetap fresh.



-         APAR ( Alat Pemadam Api Ringan )



Yang kedua kami akan membahas APAR, apa itu APAR ?, APAR adalah alat pemadam api ringan yang alatnya terdapat atau terletak didekat - dekat dinding yang digantung karna harus disesuaikan dengan peraturan yang ada, karna alat APAR ini harus stanbye di tempat – tempat tertentu untuk meminimalisirkan kebakaran. Berikut beberapa contoh dan jenis dari APAR :
-Klas A : Kebakaran yang berasal dari bahan biasa padat yang mudah terbakar 
Contoh   : kertas, kayu, plstik, karet, dll.

-Klas B : Kebakaran yang berasal dari bahan cair dan gas yang mudah menyala 
Contoh   : minyak tanah, bensin, solar, thinner, LNG, LPG, dll.
           
-Klas C : Kebakaran yang berasal dari peralatan listrik (hubungan arus pendek) 
Contoh   : generator listrik, setrika listrik, dll.

-Klas D : Kebakaran yang berasal dari bahan logam 
Contoh   : magnesium, potassium, lithium, calcium, dll.

JENIS BAHAN UTAMA APAR :

1.Busa 
Busa dalam APAR itu dapat memadamkan api yang disebabkan oleh Klas A dan B.

2.Tepung kimia kering (Dry Chemical) 
Tepung kimia kering (Dry Chemical) dalam APAR itu dapat memadamkan api yang disebabkan oleh klas A, B dan C.

3.Gas CO2 (Carbon Dioxide) 
Gas CO2 (Carbon Dioxide) dalam APAR itu dapat memadamkan api yang disebabkan oleh klas C.

4.Cairan mudah menguap (Hallon) 
Cairan mudah menguap (Hallon) dalam APAR itu dapat memadamkan api yang disebabkan oleh klas A, B dan C.

Tanda Tempat Penempatan Pada APAR sebagai berikut :

a. Pada Dinding.
•Segitiga sama sisi warna merah
•Ukuran sisi 35 Cm
•Tinggi tanda pada 7,5 Cm warna merah
•Ruang tulisan tinggi 3 Cm warna merah 



b. Pada tiang berbentuk kotak, tanda pemasangan diberi tanda merah .


c. Pada tiang berbentuk bulat, tanda pemasangan diberi tanda merah .


 
Persyaratan Tehnis APAR 

- Untuk semua jenis APAR yang biasanya dikemas dalam tabung harus memenuhui syarat: 

1.Tabung harus dalam keadaan baik ( tidak berkarat ).
2.Dilengkapi dengan etiket cara – cara penggunaan yang memuat urutan singkat dan jelas tetang cara penggunaannya.
3.Segel harus dalam keadaan baik.
4.Tidak ada kebocoran pada membran tabung gas tekanan tinggi (Cartridge ).
5.Slang harus dalam keadaan baik dan tahan tekanan tinggi.
6.Bagi APAR yang jenis Busa tabung dalam tidak bocor serta lubang pengeluaran (neszel) harus tidak tersumbat baik.
7.Bahan baku pemadam harus selalu dalam keadaan baik.
8.Tutup lubang harus baik dan tertutup rapat.
9.Isi tabung gas sesuai dg tekanan yang dipergunakan.
10.Belum lewat batas masa berlakunya.
11.Warna tabung harus mudah dilihat.

Pemasangan dan penempata harus memenuhi syarat :
1.Setiap APAR dipasang pada posisi yang mudah dilihat, diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan.
2.Pemasangan APAR harus sesuai dengan jenis dan penggolongan kebakaran.
3.Setiap APAR harus dipasang menggantung pada dinding dengan sengkang atau dalam lemari kaca.
4.Pemasangan dilakukan sedemikian rupa sehingga bagian paling atas pada ketinggian 1,3 meter dari permukaan lantai.
5.Tidak boleh dipasang didalam ruangan yang mempunyai suhu lebih dari 49o C.
6.Penempatan APAR didasarkan pada kemampuan jangkauan sera jenis bangunannya.


-        ALAT PEMADAM API BESAR ( HYDRANT )



Yang ketiga kami akan membahas fungsi dari apa itu HYDRANT ?, Hydrant adalah alat pemadam api yang cukup besar yang sudah tidak bisa dijangkau atau ditanggulangi oleh APAR lagi, oleh karna itu Hydrant hadir untuk menanggulangi kebakaran api yang cukup besar, alat ini tidak seperti APAR yang mengeluarkan busa atau sebagainya, Hydrant ini mengeluarkan air yang memiliki aliran air sangat cepat dan kuat, tujuannya agar airnya menjangkau lokasi yang terjadinya kebakaran, cara menggunakan Hydrant tersebut adalah kita tnggal mencolokan atau memasukan selang tersebut ke pusat air yang telah disediakan, setelah itu kita tinggal membuka dan memutar aliran airnya supaya air tersebut keluar, nah setelah itu kita dianjurkan untuk memegang selangnya lebih dari 1 orang karna alirannya sangat kuat takutnya kita terbawa kencangnya goyangan yang disebabkan oleh derasnya air yang keluar dari sumbernya.



-        SEPATU SAFETY



Yang keempat kami akan membahas fungsi dari apa itu sepatu safety ?, ya sepatu safety adalah model sepatu yang telah di buat atau diracik oleh beberapa ahli yang tujuan nya itu digunakan untuk melindungi kakisipemakai dari bahaya yang terdapat disekitar kita seperti kejatuhan batu, besi dan bahan bahan yang berat sekalipun, kenapa sepatu safty tersebut aman untuk digunakan oleh kaki kita ?, karna sepatu tersebut telah di desain sesempurna mungkin bagi pekerja diseluruh dunia, dibagian depan sepatu terdapat pelindung kaki yang terbuat dari lapisan besi agar kaki benar – benar terlindung dari jatuhnya benda berat, bagian belakangnya juga yang terdapat ditumit kaki terdapat lapisan besi tujuan nya masih sama agar kaki dapat terlindung dari benturan atau kejatuhan benda yang berat, selanjutnya kulit yang digunakan pada sepatu tersebut tidak terbuat dari kulit sembaragan, menggunakan kulit alsi yang akan tahan lama digunakan oleh sipemakai tersebut.



-        KACA MATA SAFETY

 


Yang kelima kami akan membahas fungsi dari apa itu kaca mata safety ?, ya kaca mata safety itu kacamata yang digunakan untuk melakukan sebuah pekerjaan yang mengakibatkan efek debu, adanya percikan potongan,  memotong menggunakan grinda, menge las dan lain sebagainya, bedakan kacamata safety dengan kaca mata gaya yang digunakan untuk kerja, karna kaca mata safety itu sudah dirancang benar – benar untuk pekerja yang fungsi dan tujuannya untuk melindungi mata dari cahaya , debu dan lain sebagainya yang bisa merusak mata, oleh karna itu setiap pekerja wajib menggunakan kaca mata safety yang tujuannya utnuk melindungi mata.



-        BAJU SAFETY


Yang keenam kami akan membahas tentang fungsi dari apa itu baju safety ?, ya baju safety adalah baju yang digunakan oleh pekerja untuk melakukan kegiatan kerja mereka sehari – hari, baju tersebut dibuat tidak sama denga baju pada umumnya, karna baju tersebut digunakan ditempat yang bener – bener memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi, oleh karna itu setiap perusahaan memiliki baju yang berbeda beda dengan perusahaan lain, kelebihan dari baju tersebut iyalah tidak mudah sobek, lebih kuat dari pada baju pada umumnya dan lain sebagainya. Oleh karna itu setiap pekerja memiliki seragam safetynya masing – masing sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Selain dari pada itu setiap perusahaan yang memfasilitasi karyawannya dengan pakaian seragam tentunya memudahkan pula bagi masyarakat untuk mengetahui identitas karyawan tersebut dan memberikan kebanggaan bagi para karyawan terhadap perusahaan tempatnya bekerja.



-        EAR PLUGS


Yang ketujuh kami akan membahas tentang fungsi dari ear plugs, apa itu ear plugs ?, ya ear plugs adalah benda yang digunakan untuk meredam suara yang memiliki volume tinggi atau berisik, dimana ear plugs ini digunakan dibagian anggota tubuh yaitu kuping, ear plugs ini digunakan untuk mengantisipasi kebudekan pada kuping kita akibat suara voleme yang tinggi atau berisik yang terdapat pada ruangan – ruangan tertentu, contohnya ruangan yang berisik dan yang memiliki volume suara tinggi iyalah terdapat di gedung pabrik yang sedang produksi, oleh karna itu kita membutuhkan ear pulgs agar meminimalisirkan kerusakan pada kuping kita. 



-        SARUNG TANGAN



Yang kedelapan kami akan membahas tentang fungsi dari sarung tangan, sarung tangan diatas pada umumnya memang wajib untuk di gunakan saat bekerja, kenapa ?, agar tangan si pekerja lebih aman dari ancaman benda panas,cidera, tajam, dan lain sebagainya, oleh karna itu setiap pekerja wajib dan berhak memiliki sarung tangan untuk melakukan aktivitas didalam kerjaannya agar lebih safety kedepannya. Dan sarung tangan tersebut banyak memiliki banyak macam model sesuai dengan apa yang di kerjakan atau sesuai dengan fungsinya.

  

-        MASKER


Yang kesembilan kami akan membahas tentang fungsi dari masker, apa fungsi masker menurut anda ?, ya masker diatas berfungsi untuk mengantisipasi debu yang masuk kedalam paru – paru pekerja lewat hidung, fungsi dari masker tersebut iyalah : mengurangi gejala-gejala penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan denyut nadi. Selain itu, fungsi paru-paru mereka yang menggunakan masker lebih baik bila dibanding mereka yang tidak memakai masker. Oleh karna itu masker sangat penting untuk kehidupan masyarakat yang sering beraktivitas diluar rumah, apasalahnya kita mengantisipasi sebelum terjadi hal yang tidak kita inginkan,
  


-        HARNESS ( ALAT PELINDUNG DIRI )


Yang kesepuluh dan yang terakhir pada pembahasan kami, kami akan membahas tentang fungsi dari Harness, ada yang tau apa itu Harness ?, ya harnest itu alat pelindung diri yang sangat penting menurut kami, dimana yang menggunakan alat pelindung diri ini bekerja di ketinggian, seperti membersihkan gedung, mengecat gedung, membangun sebuah apartement dan gedung – geedung tinggi yang lainnya, dimana bila pekerja tidak menggunakan ini dia akan sangat fatal sekali bila bekerja pada ketinggian atau bisa dibilang tanpa alat ini tarohannya nyawa dia sendiri, oleh karna itu setiap perusahaan atau yang lainnya wajib menyarankan dan memberitahu untuk selalu mengutamakan keselamatan.


Nah dari semua yang telah kami jabarkan walaupun tidak begitu lengkap apakah anda yang bekerja dan yang tidak bekerja apakah anda masih tidak ingin menggunakan safety saat beraktivitas ?, bahaya lho jika tidak menggunakan safety, dimana ada sebab maka disitu akan timbul akibat. apasalahnya sih kita mencegah daripada mengobati ?, soalnya banyak yang telah terjadi kecelakaan itu diakibatkan karna tidak adanya disiplin diri dan tidak adanya tanggung jawab dalam hal perlindungan diri atau safety, yang kami ketahui itu orang Indonesia rata – rata dalam hal keamanan harus diingetin bukan dalam diri sendiri tidak adanya kesadaran dalam diri masig – masing, bila terjadi kecelakaan aja baru sadar, masih mending jika kecelakaannya masih kecelakaan ringan, bila kecelakaan besar ? hingga cacat permanent ?, kan yang rugi kita juga jika cacat permanent karna hal sepele, maka dari itu tanamkan lah kesadaran dalam hal keamanan atau safety dalam setiap aktivitas, karna semua itu dari kita, untuk kita dan buat kita. Trimakasih.

Rabu, 03 Februari 2016



MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR

(SOFTSKILL)

“ ANAK JALANAN”


Penyusun :

Toba Surya Pranata (56415920)


Universitas Gunadarma kampus J1

Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang, Jawa Barat

(021) 78881112





KATA PENGANTAR


     Puji syukur Saya panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayahNya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar.

    Dengan membuat tugas ini saya diharapkan mampu untuk memahami makna dari apa dan siapa itu anak jalanan atau yang sering disebut dengan gelandangan. Dalam proses penyelesaian makalah ini, Saya mengalami banyak kesulitan yang disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan dan waktu. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya saya bisa menyelesaikan makalah ini dengan cukup baik. Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada:

- Edi Fakhri selaku Dosen mata kuliah Ilmu Sosial Dasar, yang telah memberikan arahan dan memotivasi Saya untuk menjadi mahasiswa yang aktif dan hebat.

- Orang tua dan keluarga Saya yang memberikan motivasi dan bantuan, baik secara moral maupun materi.

    Saya sadar, sebagai mahasiswa baru yang masih harus banyak belajar, penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, Saya mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun, agar penulisan makalah di masa mendatang bisa lebih baik.

     Saya berharap semoga makalah saya ini dapat memberi informasi yang berguna bagi pembacanya, terutama mahasiswa, supaya kelak menjadi pribadi yang berwawasan nusantara, karena kita adalah penerus bangsa Indonesia.


PENYUSUN






Daftar Isi



Kata Pengantar................................................................................................ i

Daftar Isi........................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang................................................................................... 1 - 2

1.2 Rumusan Masalah................................................................................... 3

1.3 Tujuan Penulisan..................................................................................... 3

1.4 Manfaat Penulisan....................................................................................3

BAB II LATAR BELAKANG

2.2 Pembahasan........................................................................................4 - 9

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan..............................................................................................8

3.2 Saran........................................................................................................8

Daftar Pustaka...............................................................................................9





BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

     Pada masa sekarang ini tidak susah untuk mengetahui banyaknya anak yang turun ke jalanan dan hidup di jalanan di Indonesia. Alasannya tidak lain dan tidak bukan karena semakin hari biaya hidup di negara ini semakin mahal, terjadi ketimpangan sosial dimana-mana. Hal ini menyebabkan keluarga miskin menjadi semakin sulit dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Orang tua mereka dengan terang-terangan menggunakan mereka sebagai belas kasihan, hal ini dilakukan karena mereka tidak tahu lagi seperti apa mencari uang.

     Bekerja dan mencari uang adalah hal wajib yang dilakukan oleh anak jalanan. Tapi sayangnya, mereka melupakan hal penting yang berguna bagi dirinya kelak yaitu pendidikan. Bagi mereka uang lebih penting dari pendidikan. Bahkan tidak jarang mereka tidak bisa mempertahankan keimanan dengan adanya berbagai godaan menggiurkan di dunia ini. Di ibukota kita, anak jalanan yang berkeliaran disana berjumlah 4.000 anak. Sumber lain bahkan menunjukkan angka yang lebih fantastis. Tahun 2009 saja, angkanya mencapai 12.000 anak, naik 50% dari tahun sebelumnya yang hanya 8.000 anak. Jumlah ini tergolong tinggi dibanding rata-rata jumlah keseluruhan anak jalanan di 12 kota besar yang mencapai lebh dari 100.000 anak. Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan Nasional menyatakan, setidaknya ada 1,5 juta anak usia sekolah (13-18 tahun) terpaksa keluar dari bangku sekolah setiap tahun. Umumnya, karena terkait masalah ekonomi.

     Pemerintah nampaknya harus bekerja lebih keras, mengingat dalam UUD 1945 pasal 34 yang berbunyi “fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara”. Artinya sesungguhnya mereka yang hidup terlantar (termasuk anak jalanan) juga harus menjadi perhatian negara. Ironisnya pemerintah seolah angkat tangan dalam menangani anak jalanan. Malah terkadang pemerintah melakukan razia baik untuk gepeng (gelandangan dan pengemis) ataupun anak jalanan. Padahal sebenarnya hal itu bukanlah solusi, karena akar dari permasalahan anak jalanan itu sendiri adalah kemiskinan. Jadi kalau ingin tidak ada anak jalanan ataupun gepeng pemerintah harusnya memikirkan cara mengentaskan mereka dari kemiskinan. Mengentaskan kemiskinan adalah hal yang sulit, alternatif lain dengan cara meningkatkan pendidikan pada anak jalanan, karena mereka juga memiliki hak yang sama dengan anak-anak lain.





1.2 Rumusan Masalah

   1.Menjelaskan apa yang dimaksud dengan Anak Jalanan dan pengertiannaya.

   2.Menjelaskan pengelompokan Anak Jalanan.

   3.Menjelaskan factor – factor yang menyebabkan adanya Anak Jalanan.

   4.Menjelaskan solusi untuk mengatasi anak jalanan.





1.3 Tujuan Penulisan

     Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah mahasiswa mengerti dan memahami apa itu yang dimaksud dengan anak jalanan atau gelandangan yang akhir – akhir ini banyak dan sering kali kita liat di sekitar kita tanpa kita sadari bahwa mereka telah putus segala – galanya diakibatkan karna adanya masalah - masalah tertentu yang terjadi kepada meereka selama ini.





1.4 Manfaat Penulisan

1. Bagi penulis, sebagai sarana menambah pengetahuan mengenai apa itu “Anak Jalanan” .

2. Bagi pembaca, sebagai sumber pengetahuan mengenai “Anak Jalanan” selain buku-buku         pelajaran lainnya

3. Sebagai gambaran dan acuan agar dapat lebih baik lagi dalam menyelesaikan makalah pada waktu yang akan datang.





BAB II

PEMBAHASAN

1. Anak Jalanan dan pengertiannaya.

     Hidup menjadi anak jalanan bukanlah sebagai pilihan hidup yang menyenangkan, melainkan keterpaksaan yang harus mereka terima karena adanya sebab tertentu. Anak jalanan bagaimanapun telah menjadi fenomena yang menuntut perhatian kita semua. Secara psikologis mereka adalah anak-anak yang pada taraf tertentu belum mempunyai bentukan mental emosional yang kokoh, sementara pada saat yang sama mereka harus bergelut dengan dunia jalanan yang keras dan cenderung berpengaruh negatif bagi perkembangan dan pembentukan kepribadiannya. Aspek psikologis ini berdampak kuat pada aspek sosial. Di mana labilitas emosi dan mental mereka yang ditunjang dengan penampilan yang kumuh, melahirkan pencitraan negatif oleh sebagian besar masyarakat terhadap anak jalanan yang diidentikan dengan pembuat onar, anak-anak kumuh, suka mencuri, sampah masyarakat yang harus diasingkan.

     Pada taraf tertentu stigma masyarakat yang seperti ini justru akan memicu perasaanalineatif mereka yang pada gilirannya akan melahirkan kepribadian introvert, cenderung sukar mengendalikan diri dan asosial. Padahal tak dapat dipungkiri bahwa mereka adalah generasi penerus bangsa untuk masa mendatang.



2. Pengelompokan Anak Jalanan.

     Himpunan mahasiswa Pemerhati Masyarakat Marjinal Kota (HIMMATA) mengelompokan anak jalanan menjadi dua kelompok, yaitu anak semi jalanan dan anak jalanan murni. Anak semi jalanan diistilahkan untuk anak-anak yang hidup dan mencari penghidupan dijalanan, tetapi tetap mempunyai hubungan dengan keluarga. Sedangkan anak jalanan murni diistilahkan untuk anak-anak yang hidup dan menjalani kehidupannya di jalanan tanpa punya hubungan dengan keluarganya .

     Menurut Tata Sudrajat, Anak jalanan dapat dikelompokan menjadi 3 kelompok berdasarkan hubungan dengan orang tuanya, yaitu :Pertama, Anak yang putus hubungan dengan orang tuanya, tidak sekolah dan tinggal di jalanan (anak yang hidup dijalanan / children the street). Kedua,anak yang berhubungan tidak teratur dengan orang tuanya, tidak sekolah, kembali ke orang tuanya seminggu sekali, dua minggu sekali, dua bulan atau tiga bulan sekali biasa disebut anak yang bekerja di jalanan (Children on the street). Ketiga, Anak yang masih sekolah atau sudah putus sekolah, kelompok ini masuk kategori anak yang rentan menjadi anak jalanan ( vulnerable to be street children).

Sementara itu menurut Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia anak jalanan dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu :

1. Anak-anak yang tidak berhubungan lagi dengan orang tuanya (children of the street). Mereka tinggal 24 jam di jalanan dan menggunakan semua fasilitas jalanan sebagai ruang hidupnya. Hubungan dengan keluarga sudah terputus. Kelompok anak ini disebabkan oleh faktor sosial psikologis keluarga, mereka mengalami kekerasan, penolakan, penyiksaan dan perceraian orang tua. Umumnya mereka tidak mau kembali ke rumah, kehidupan jalanan dan solidaritas sesama temannya telah menjadi ikatan mereka. 

2. Anak-anak yang berhubungan tidak teratur dengan orang tua. Mereka adalah anak yang bekerja di jalanan (children on the street). Mereka seringkali diindentikan sebagai pekerja migran kota yang pulang tidak teratur kepada orang tuanya di kampung. Pada umumnya mereka bekerja dari pagi hingg sore hari seperti menyemir sepatu, pengasong, pengamen, tukang ojek payung, dan kuli panggul. Tempat tinggal mereka di lingkungan kumuh bersama dengan saudara atau teman-teman senasibnya. 

3. Anak-anak yang berhubungan teratur dengan orang tuanya. Mereka tinggal dengan orang tuanya, beberapa jam dijalanan sebelum atau sesudah sekolah. Motivasi mereka ke jalan karena terbawa teman, belajar mandiri, membantu orang tua dan disuruh orang tua. Aktivitas usaha mereka yang paling menyolok adalah berjualan koran.

4. Anak-anak jalanan yang berusia di atas 16 tahun. Mereka berada di jalanan untuk mencari kerja, atau masih labil suatu pekerjaan. Umumnya mereka telah lulus SD bahkan ada yang SLTP. Mereka biasanya kaum urban yang mengikuti orang dewasa (orang tua ataupun saudaranya) ke kota. Pekerjaan mereka biasanya mencuci bus, menyemir sepatu, membawa barang belanjaan (kuli panggul), pengasong, pengamen, pengemis dan pemulung.

Secara garis besar terdapat dua kelompok anak jalanan, yaitu :
 1). Kelompok anak jalanan yang bekerja dan hidup di jalan. Anak yang hidup di jalan melakukan semua aktivitas dijalan, tidur dan menggelandang secara berkelompok.
 2). Kelompok anak jalanan yang bekerja di jalanan (masih pulang ke rumah orang tua). 



3. factor – factor yang menyebabkan adanya Anak Jalanan.

     Banyak faktor yang kemudian diidentifikasikan sebagai penyebab tumbuhnya anak jalanan. Parsudi Suparlan berpendapat bahwa adanya orang gelandangan di kota bukanlah semata-mata karena berkembangnya sebuah kota, tetapi justru karena tekanantekanan ekonomi dan rasa tidak aman sebagian warga desa yang kemudian terpaksa harus mencari tempat yang diduga dapat memberikan kesempatan bagi suatu kehidupan yang lebih baik di kota.

     Menurut Saparinah Sadli bahwa ada berbagai faktor yang saling berkaitan dan berpengaruh terhadap timbulnya masalah gelandangan, antara lain: faktor kemiskinan (struktural dan pribadi), faktor keterbatasan kesempatan kerja (faktor intern dan ekstern), faktor yang berhubungan dengan urbanisasi dan masih ditambah lagi dengan faktor pribadi seperti tidak biasa disiplin, biasa hidup sesuai dengan keinginannya sendiri dan berbagai faktor lainnya.

    Hasil penelitian Hening Budiyawati, dkk. (dalam Odi Shalahudin, 2000:11) menyebutkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan anak pergi ke jalanan berdasarkan alasan dan penuturan mereka adalah karena:

1) Kekerasan dalam keluarga.

2). Dorongan keluarga.

3). Ingin bebas.

4). Ingin memiliki uang sendiri.

5). Pengaruh teman. 

Beragam faktor tersebut yang paling dominan menjadi penyebab munculnya anak jalanan adalah faktor kondisi sosial ekonomi di samping karena adanya faktor broken home serta berbagai faktor lainnya.



4. Solusi untuk mengatasi anak jalanan.

     - Pendekatan Penghapusan (abolition)

        Lebih mendekatkan pada persoalan struktural dan munculnya gejala anak jalanan. Anak jalanan adalah produk dari kemiskinan, dan merupakan akibat dari bekerjanya sistem ekonomi politik masyarakat yang tidak adil. Untuk mengatasi masalah anak jalanan sangat tidak mungkin tanpa menciptakan struktur sosial yang adil dalam masyarakat. Pendekatan ini lebih menekankan kepada perubahan struktur sosial atau politik dalam masyarakat, dalam rangka melenyapkan masalah anak jalanan.



     - Pendekatan Perlindungan (protection)

      Mengandung arti perlunya perlindungan bagi anak-anak yang terlanjur menjadi anak jalanan. Karena kompleksnya faktor penyebab munculnya masalah kemiskinan, maka dianggap mustahil menghapus kemiskinan secara tuntas. Untuk itu anak-anakyang menjadi korban perlu di lindungi dengan berbagai cara, misalnya:melalui perumusan hukum yang melindungi hak-hak anak. Fungsionalisasi lembaga pemerintah, LSM dan lembaga-lembaga sosial lainnya. Perlindungan ini senada dengan pendapat pemerintah melalui departemen sosial, praktisi-praktisi LSM dan UNICEF di mana tanggal 15 Juni 1998 membentuk sebuah lembaga independent yang melakukan perlindungan pada anak. Yaitu lembaga perlindungan anak (LPA) membentuk LA tersebut didasarkan pada prinsip dasar terbentuknya embrio LPA, yaitu:1) Anak di fasilitasi agar dapat melaporkan keadaan dirinya.2) Menghargai pendapat anak.3) LPA bertanggung jawab kepada masyarakat bukan kepada pemerintah.4) Accountability Menurut Nugroho, sisi negatif dari pendekatan perlindungan tersebutadalah strategis perlindungan hanya akan menjadi ajang kepentingan para elitdan tokoh masyarakat sehingga berimplikasi pada tidak tuntasnyapenyelesaian problem anak jalanan. Produk-produk hukum yang dirumuskan sebagai wujud bagi perlindungan terhadap anak.



     - Pendekatan Pemberdayaan (empowerment)

   Menekankan perlunya pemberdayaan bagi anak jalanan. Pemberdayaan ini bermaksud menyadarkan mereka yang telah menjadi anak jalanan agar menyadari hak dan posisinya dalam konteks social, politik ekonomi yang abadi di masyarakat. Pemberdayaan biasanya di lakukan dalam bentuk pendampingan. Yang berfungsi sebagai fasilitator, dinamisator, katalisator bagi anak jalanan. Pemberdayaan ini dikatakan berhasil jika anak jalanan berubah menjadi kritis dan mampu menyelesaikan permasalahannya secara mandiri.

Selain itu ada cara lain yang mampu mengatasi masalah anak jalanan, yaitu sebagai berikut:

1. Melakukan pembatasan terhadap arus urbanisasi (termasuk arus masuknya anak-anak) ke Jakarta, dengan cara operasi yustisi, memperkuat koordinasi dengan daerah asal, pemulangan anak jalanan ke daerah asal dll.

2. Melakukan identifikasi terhadap akar permasalahan guna menyelesaikan masalah anak jalanan tersebut dengan menyentuh pada sumber permasalahannya. Sebagai contoh: banyak diantara anak jalanan yang menjadi tulang punggung keluarganya. Jika ini yang terjadi, maka pemerintah tidak bisa hanya melatih, membina atau mengembalikan si anak ke sekolah. Tapi lebih dari itu, pemerintah harus melakukan pendekatan dan pemberdayaan ekonomi keluarganya.

3. Mengembalikan anak jalanan ke bangku sekolah.

4. Memberikan perlindungan kepada anak jalanan tanpa terkecuali. UU nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menyatakan bahwa perlindungan anak perlu dilakukan dengan tujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera.

5. Menciptakan program-program yang responsif terhadap perkembangan anak, termasuk anak jalanan.

6. Melakukan penegakan hukum terhadap siapa saja yang memanfaatkan keberadaan anak-anak jalanan.

7. Membangun kesadaran bersama bahwa masalah anak jalanan sesungguhnya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua.





BAB III

PENUTUP

3.1.Kesimpulan

     Permasalahan anak putus sekolah (anak jalanan) akan semakin rumit jika dibiarkan saja. Semakin hari angka tersebut akan semakin tinggi, jika tidak dilakukan upaya tegas dari pemerintah. Banyaknya anak putus sekolah dan beralih menjadi anak jalanan sebab yang mendasar adalah masalah ekonomi keluarga. Disini peran pemerintah sangat diperlukan. Untuk menanggulanginya pemerintah dapat menciptakan lapangan kerja, program kredit usaha rakyat atau koperasi, memberikan ketrampilan dan modal usaha agar para orang tua bekerja dan mampu menyekolahkan anak mereka. Dan yang terpenting adalah sosialisasi atau kampanye tentang arti penting pendidikan. Memberikan pemahaman tentang arti penting dari generasi sekarang untuk masa depan bangsa ini.



3.2 Saran

     Dengan adanya makalah ini diharapakan mahasiswa telah mengerti dan memahami Anak Jalanan, sehingga dapat mengerti apa itu yang dimaksud Anak Jalanan yang terdapat disekitar kita, agar kita dapat memikirkan kedepannya supaya kita tak menjerumus kesana jika kita terdapat masalah keluarga atau dikucilkan di sekitar kita.





Daftar Pustaka dan Sumber Pendukung

https://fariidaelf.wordpress.com/2014/03/10/contoh-makalah-anak-jalanan-dan-cara-pengentasannya/