Selasa, 08 Maret 2016

“ K3 UNTUK INDONESIA YANG LEBIH PRODUKTIF ”



            Apasih yang kalian ketahui tentang K3 ? dan kepanjangan dari K3 ?, Atau kalian tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan K3 dan kepanjangan dari K3 tersebut ?, Oke jika kalian belum mengerti apa itu arti dari K3 dan kepanjangan dari K3 kami akan membantu anda untuk mengetahui seberapa dalam K3 itu, Disini kami bukan mahasiswa jurusan K3 ataupun jurusan Kesehatan, Tetapi kami akan menjabarkan sedikit yang kami ketahui tentang apa itu K3 ?.
            K3 itu adalah kepanjangan dari Keslamatan dan Kesehatan Kerja, Didalam K3 tersebut umumnya memiliki 3 versi diantaranya adalah pengertian K3 menurut  Filosofi, Keilmuan serta menurut standar OHSAS 18001:2007.
Berikut adalah penjabaran dan definisi K3 sesuai dengan Filosofi, Keilmuan serta menurut standar OHSAS 18001:2007 :
-K3 Menurut Filsofi.
Keslamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan Jasmani maupun Rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya, Supaya dapat menjadi manusia yang makmur untuk kedepannya.
-K3 Menurut Keilmuan.
            Keslamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah definisi tentang semua ilmu yang di jabarkan dan penerapannya untuk mencegah terjadinya apa yang tidak kita inginkan kedepannya seperti, Kecelakaan Kerja, Penyakit yang ditimbulkan akibat Pekerjaan, Peledak, Kebakaran dan Pencemaran Lingkungan.
-K3 Menurut standar OHSAS 18001:2007.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja maupun orang lain (kontraktor, pemasok, pengunjung dan tamu) di tempat kerja. Standar OHSAS 18001 ialah standar yang paling secara umum banyak dianut (dirujuk) oleh banyak perusahaan (organisasi) dalam melaksanakan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam manajemen organisasi (perusahaan) yang bersangkutan. Standar OHSAS 18001 merupakan standar yang mudah digunakan serta mudah diterapkan dan dikembangkan pada berbagai macam organisasi dan tingkatannya (misal : organisasi pendidikan, perusahaan, rumah sakit maupun organisasi/bisnis/perusahaan lainnya).
Nah setelah kami membahas apa itu K3 dan apa itu kepanjangan dari K3, Selanjutnya kami akan membahas alat – alat apa saja yang digunakan dalam proses K3, Mulai dari alat untuk memadamkan Api ringan, Api besar, Helm Safty, Menaggulangi terjadinya kecelakaan saat bekerja dalam proyek dan lain sebagainya yang masih banyak lagi, Berikut Alat – Alat yang digunakan dalam K3 :

       HELM SAFETY



Yang pertama kita akan membahas, apa fungsi dari helm safety terlebih dulu. warna mencolok atau terang pada helm safety seperti warna kuning yang terdapat pada gambar disamping hadir dengan tujuan utamanya yaitu, berharap pekerja yang menggunakan helm untuk keselamatan diri ini akan lebih mudah terlihat apabila ada kendaraan atau alat berat yang mau lewat sehingga tidak menabrak pekerja, Dimana setiap pekerja wajib menggunakan Helm Safety tersebut agar melindungi kepala dari kejatuhan atau benturan benda apapun, Pada helm terdapat lobang kecil yang di fungsikan untuk mengsinkronisasikan udara yang keluar dan masuk agar kepala didalam tetap fresh.



-         APAR ( Alat Pemadam Api Ringan )



Yang kedua kami akan membahas APAR, apa itu APAR ?, APAR adalah alat pemadam api ringan yang alatnya terdapat atau terletak didekat - dekat dinding yang digantung karna harus disesuaikan dengan peraturan yang ada, karna alat APAR ini harus stanbye di tempat – tempat tertentu untuk meminimalisirkan kebakaran. Berikut beberapa contoh dan jenis dari APAR :
-Klas A : Kebakaran yang berasal dari bahan biasa padat yang mudah terbakar 
Contoh   : kertas, kayu, plstik, karet, dll.

-Klas B : Kebakaran yang berasal dari bahan cair dan gas yang mudah menyala 
Contoh   : minyak tanah, bensin, solar, thinner, LNG, LPG, dll.
           
-Klas C : Kebakaran yang berasal dari peralatan listrik (hubungan arus pendek) 
Contoh   : generator listrik, setrika listrik, dll.

-Klas D : Kebakaran yang berasal dari bahan logam 
Contoh   : magnesium, potassium, lithium, calcium, dll.

JENIS BAHAN UTAMA APAR :

1.Busa 
Busa dalam APAR itu dapat memadamkan api yang disebabkan oleh Klas A dan B.

2.Tepung kimia kering (Dry Chemical) 
Tepung kimia kering (Dry Chemical) dalam APAR itu dapat memadamkan api yang disebabkan oleh klas A, B dan C.

3.Gas CO2 (Carbon Dioxide) 
Gas CO2 (Carbon Dioxide) dalam APAR itu dapat memadamkan api yang disebabkan oleh klas C.

4.Cairan mudah menguap (Hallon) 
Cairan mudah menguap (Hallon) dalam APAR itu dapat memadamkan api yang disebabkan oleh klas A, B dan C.

Tanda Tempat Penempatan Pada APAR sebagai berikut :

a. Pada Dinding.
•Segitiga sama sisi warna merah
•Ukuran sisi 35 Cm
•Tinggi tanda pada 7,5 Cm warna merah
•Ruang tulisan tinggi 3 Cm warna merah 



b. Pada tiang berbentuk kotak, tanda pemasangan diberi tanda merah .


c. Pada tiang berbentuk bulat, tanda pemasangan diberi tanda merah .


 
Persyaratan Tehnis APAR 

- Untuk semua jenis APAR yang biasanya dikemas dalam tabung harus memenuhui syarat: 

1.Tabung harus dalam keadaan baik ( tidak berkarat ).
2.Dilengkapi dengan etiket cara – cara penggunaan yang memuat urutan singkat dan jelas tetang cara penggunaannya.
3.Segel harus dalam keadaan baik.
4.Tidak ada kebocoran pada membran tabung gas tekanan tinggi (Cartridge ).
5.Slang harus dalam keadaan baik dan tahan tekanan tinggi.
6.Bagi APAR yang jenis Busa tabung dalam tidak bocor serta lubang pengeluaran (neszel) harus tidak tersumbat baik.
7.Bahan baku pemadam harus selalu dalam keadaan baik.
8.Tutup lubang harus baik dan tertutup rapat.
9.Isi tabung gas sesuai dg tekanan yang dipergunakan.
10.Belum lewat batas masa berlakunya.
11.Warna tabung harus mudah dilihat.

Pemasangan dan penempata harus memenuhi syarat :
1.Setiap APAR dipasang pada posisi yang mudah dilihat, diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan.
2.Pemasangan APAR harus sesuai dengan jenis dan penggolongan kebakaran.
3.Setiap APAR harus dipasang menggantung pada dinding dengan sengkang atau dalam lemari kaca.
4.Pemasangan dilakukan sedemikian rupa sehingga bagian paling atas pada ketinggian 1,3 meter dari permukaan lantai.
5.Tidak boleh dipasang didalam ruangan yang mempunyai suhu lebih dari 49o C.
6.Penempatan APAR didasarkan pada kemampuan jangkauan sera jenis bangunannya.


-        ALAT PEMADAM API BESAR ( HYDRANT )



Yang ketiga kami akan membahas fungsi dari apa itu HYDRANT ?, Hydrant adalah alat pemadam api yang cukup besar yang sudah tidak bisa dijangkau atau ditanggulangi oleh APAR lagi, oleh karna itu Hydrant hadir untuk menanggulangi kebakaran api yang cukup besar, alat ini tidak seperti APAR yang mengeluarkan busa atau sebagainya, Hydrant ini mengeluarkan air yang memiliki aliran air sangat cepat dan kuat, tujuannya agar airnya menjangkau lokasi yang terjadinya kebakaran, cara menggunakan Hydrant tersebut adalah kita tnggal mencolokan atau memasukan selang tersebut ke pusat air yang telah disediakan, setelah itu kita tinggal membuka dan memutar aliran airnya supaya air tersebut keluar, nah setelah itu kita dianjurkan untuk memegang selangnya lebih dari 1 orang karna alirannya sangat kuat takutnya kita terbawa kencangnya goyangan yang disebabkan oleh derasnya air yang keluar dari sumbernya.



-        SEPATU SAFETY



Yang keempat kami akan membahas fungsi dari apa itu sepatu safety ?, ya sepatu safety adalah model sepatu yang telah di buat atau diracik oleh beberapa ahli yang tujuan nya itu digunakan untuk melindungi kakisipemakai dari bahaya yang terdapat disekitar kita seperti kejatuhan batu, besi dan bahan bahan yang berat sekalipun, kenapa sepatu safty tersebut aman untuk digunakan oleh kaki kita ?, karna sepatu tersebut telah di desain sesempurna mungkin bagi pekerja diseluruh dunia, dibagian depan sepatu terdapat pelindung kaki yang terbuat dari lapisan besi agar kaki benar – benar terlindung dari jatuhnya benda berat, bagian belakangnya juga yang terdapat ditumit kaki terdapat lapisan besi tujuan nya masih sama agar kaki dapat terlindung dari benturan atau kejatuhan benda yang berat, selanjutnya kulit yang digunakan pada sepatu tersebut tidak terbuat dari kulit sembaragan, menggunakan kulit alsi yang akan tahan lama digunakan oleh sipemakai tersebut.



-        KACA MATA SAFETY

 


Yang kelima kami akan membahas fungsi dari apa itu kaca mata safety ?, ya kaca mata safety itu kacamata yang digunakan untuk melakukan sebuah pekerjaan yang mengakibatkan efek debu, adanya percikan potongan,  memotong menggunakan grinda, menge las dan lain sebagainya, bedakan kacamata safety dengan kaca mata gaya yang digunakan untuk kerja, karna kaca mata safety itu sudah dirancang benar – benar untuk pekerja yang fungsi dan tujuannya untuk melindungi mata dari cahaya , debu dan lain sebagainya yang bisa merusak mata, oleh karna itu setiap pekerja wajib menggunakan kaca mata safety yang tujuannya utnuk melindungi mata.



-        BAJU SAFETY


Yang keenam kami akan membahas tentang fungsi dari apa itu baju safety ?, ya baju safety adalah baju yang digunakan oleh pekerja untuk melakukan kegiatan kerja mereka sehari – hari, baju tersebut dibuat tidak sama denga baju pada umumnya, karna baju tersebut digunakan ditempat yang bener – bener memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi, oleh karna itu setiap perusahaan memiliki baju yang berbeda beda dengan perusahaan lain, kelebihan dari baju tersebut iyalah tidak mudah sobek, lebih kuat dari pada baju pada umumnya dan lain sebagainya. Oleh karna itu setiap pekerja memiliki seragam safetynya masing – masing sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Selain dari pada itu setiap perusahaan yang memfasilitasi karyawannya dengan pakaian seragam tentunya memudahkan pula bagi masyarakat untuk mengetahui identitas karyawan tersebut dan memberikan kebanggaan bagi para karyawan terhadap perusahaan tempatnya bekerja.



-        EAR PLUGS


Yang ketujuh kami akan membahas tentang fungsi dari ear plugs, apa itu ear plugs ?, ya ear plugs adalah benda yang digunakan untuk meredam suara yang memiliki volume tinggi atau berisik, dimana ear plugs ini digunakan dibagian anggota tubuh yaitu kuping, ear plugs ini digunakan untuk mengantisipasi kebudekan pada kuping kita akibat suara voleme yang tinggi atau berisik yang terdapat pada ruangan – ruangan tertentu, contohnya ruangan yang berisik dan yang memiliki volume suara tinggi iyalah terdapat di gedung pabrik yang sedang produksi, oleh karna itu kita membutuhkan ear pulgs agar meminimalisirkan kerusakan pada kuping kita. 



-        SARUNG TANGAN



Yang kedelapan kami akan membahas tentang fungsi dari sarung tangan, sarung tangan diatas pada umumnya memang wajib untuk di gunakan saat bekerja, kenapa ?, agar tangan si pekerja lebih aman dari ancaman benda panas,cidera, tajam, dan lain sebagainya, oleh karna itu setiap pekerja wajib dan berhak memiliki sarung tangan untuk melakukan aktivitas didalam kerjaannya agar lebih safety kedepannya. Dan sarung tangan tersebut banyak memiliki banyak macam model sesuai dengan apa yang di kerjakan atau sesuai dengan fungsinya.

  

-        MASKER


Yang kesembilan kami akan membahas tentang fungsi dari masker, apa fungsi masker menurut anda ?, ya masker diatas berfungsi untuk mengantisipasi debu yang masuk kedalam paru – paru pekerja lewat hidung, fungsi dari masker tersebut iyalah : mengurangi gejala-gejala penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan denyut nadi. Selain itu, fungsi paru-paru mereka yang menggunakan masker lebih baik bila dibanding mereka yang tidak memakai masker. Oleh karna itu masker sangat penting untuk kehidupan masyarakat yang sering beraktivitas diluar rumah, apasalahnya kita mengantisipasi sebelum terjadi hal yang tidak kita inginkan,
  


-        HARNESS ( ALAT PELINDUNG DIRI )


Yang kesepuluh dan yang terakhir pada pembahasan kami, kami akan membahas tentang fungsi dari Harness, ada yang tau apa itu Harness ?, ya harnest itu alat pelindung diri yang sangat penting menurut kami, dimana yang menggunakan alat pelindung diri ini bekerja di ketinggian, seperti membersihkan gedung, mengecat gedung, membangun sebuah apartement dan gedung – geedung tinggi yang lainnya, dimana bila pekerja tidak menggunakan ini dia akan sangat fatal sekali bila bekerja pada ketinggian atau bisa dibilang tanpa alat ini tarohannya nyawa dia sendiri, oleh karna itu setiap perusahaan atau yang lainnya wajib menyarankan dan memberitahu untuk selalu mengutamakan keselamatan.


Nah dari semua yang telah kami jabarkan walaupun tidak begitu lengkap apakah anda yang bekerja dan yang tidak bekerja apakah anda masih tidak ingin menggunakan safety saat beraktivitas ?, bahaya lho jika tidak menggunakan safety, dimana ada sebab maka disitu akan timbul akibat. apasalahnya sih kita mencegah daripada mengobati ?, soalnya banyak yang telah terjadi kecelakaan itu diakibatkan karna tidak adanya disiplin diri dan tidak adanya tanggung jawab dalam hal perlindungan diri atau safety, yang kami ketahui itu orang Indonesia rata – rata dalam hal keamanan harus diingetin bukan dalam diri sendiri tidak adanya kesadaran dalam diri masig – masing, bila terjadi kecelakaan aja baru sadar, masih mending jika kecelakaannya masih kecelakaan ringan, bila kecelakaan besar ? hingga cacat permanent ?, kan yang rugi kita juga jika cacat permanent karna hal sepele, maka dari itu tanamkan lah kesadaran dalam hal keamanan atau safety dalam setiap aktivitas, karna semua itu dari kita, untuk kita dan buat kita. Trimakasih.

Rabu, 03 Februari 2016



MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR

(SOFTSKILL)

“ ANAK JALANAN”


Penyusun :

Toba Surya Pranata (56415920)


Universitas Gunadarma kampus J1

Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang, Jawa Barat

(021) 78881112





KATA PENGANTAR


     Puji syukur Saya panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayahNya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar.

    Dengan membuat tugas ini saya diharapkan mampu untuk memahami makna dari apa dan siapa itu anak jalanan atau yang sering disebut dengan gelandangan. Dalam proses penyelesaian makalah ini, Saya mengalami banyak kesulitan yang disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan dan waktu. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya saya bisa menyelesaikan makalah ini dengan cukup baik. Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada:

- Edi Fakhri selaku Dosen mata kuliah Ilmu Sosial Dasar, yang telah memberikan arahan dan memotivasi Saya untuk menjadi mahasiswa yang aktif dan hebat.

- Orang tua dan keluarga Saya yang memberikan motivasi dan bantuan, baik secara moral maupun materi.

    Saya sadar, sebagai mahasiswa baru yang masih harus banyak belajar, penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, Saya mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun, agar penulisan makalah di masa mendatang bisa lebih baik.

     Saya berharap semoga makalah saya ini dapat memberi informasi yang berguna bagi pembacanya, terutama mahasiswa, supaya kelak menjadi pribadi yang berwawasan nusantara, karena kita adalah penerus bangsa Indonesia.


PENYUSUN






Daftar Isi



Kata Pengantar................................................................................................ i

Daftar Isi........................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang................................................................................... 1 - 2

1.2 Rumusan Masalah................................................................................... 3

1.3 Tujuan Penulisan..................................................................................... 3

1.4 Manfaat Penulisan....................................................................................3

BAB II LATAR BELAKANG

2.2 Pembahasan........................................................................................4 - 9

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan..............................................................................................8

3.2 Saran........................................................................................................8

Daftar Pustaka...............................................................................................9





BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

     Pada masa sekarang ini tidak susah untuk mengetahui banyaknya anak yang turun ke jalanan dan hidup di jalanan di Indonesia. Alasannya tidak lain dan tidak bukan karena semakin hari biaya hidup di negara ini semakin mahal, terjadi ketimpangan sosial dimana-mana. Hal ini menyebabkan keluarga miskin menjadi semakin sulit dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Orang tua mereka dengan terang-terangan menggunakan mereka sebagai belas kasihan, hal ini dilakukan karena mereka tidak tahu lagi seperti apa mencari uang.

     Bekerja dan mencari uang adalah hal wajib yang dilakukan oleh anak jalanan. Tapi sayangnya, mereka melupakan hal penting yang berguna bagi dirinya kelak yaitu pendidikan. Bagi mereka uang lebih penting dari pendidikan. Bahkan tidak jarang mereka tidak bisa mempertahankan keimanan dengan adanya berbagai godaan menggiurkan di dunia ini. Di ibukota kita, anak jalanan yang berkeliaran disana berjumlah 4.000 anak. Sumber lain bahkan menunjukkan angka yang lebih fantastis. Tahun 2009 saja, angkanya mencapai 12.000 anak, naik 50% dari tahun sebelumnya yang hanya 8.000 anak. Jumlah ini tergolong tinggi dibanding rata-rata jumlah keseluruhan anak jalanan di 12 kota besar yang mencapai lebh dari 100.000 anak. Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan Nasional menyatakan, setidaknya ada 1,5 juta anak usia sekolah (13-18 tahun) terpaksa keluar dari bangku sekolah setiap tahun. Umumnya, karena terkait masalah ekonomi.

     Pemerintah nampaknya harus bekerja lebih keras, mengingat dalam UUD 1945 pasal 34 yang berbunyi “fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara”. Artinya sesungguhnya mereka yang hidup terlantar (termasuk anak jalanan) juga harus menjadi perhatian negara. Ironisnya pemerintah seolah angkat tangan dalam menangani anak jalanan. Malah terkadang pemerintah melakukan razia baik untuk gepeng (gelandangan dan pengemis) ataupun anak jalanan. Padahal sebenarnya hal itu bukanlah solusi, karena akar dari permasalahan anak jalanan itu sendiri adalah kemiskinan. Jadi kalau ingin tidak ada anak jalanan ataupun gepeng pemerintah harusnya memikirkan cara mengentaskan mereka dari kemiskinan. Mengentaskan kemiskinan adalah hal yang sulit, alternatif lain dengan cara meningkatkan pendidikan pada anak jalanan, karena mereka juga memiliki hak yang sama dengan anak-anak lain.





1.2 Rumusan Masalah

   1.Menjelaskan apa yang dimaksud dengan Anak Jalanan dan pengertiannaya.

   2.Menjelaskan pengelompokan Anak Jalanan.

   3.Menjelaskan factor – factor yang menyebabkan adanya Anak Jalanan.

   4.Menjelaskan solusi untuk mengatasi anak jalanan.





1.3 Tujuan Penulisan

     Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah mahasiswa mengerti dan memahami apa itu yang dimaksud dengan anak jalanan atau gelandangan yang akhir – akhir ini banyak dan sering kali kita liat di sekitar kita tanpa kita sadari bahwa mereka telah putus segala – galanya diakibatkan karna adanya masalah - masalah tertentu yang terjadi kepada meereka selama ini.





1.4 Manfaat Penulisan

1. Bagi penulis, sebagai sarana menambah pengetahuan mengenai apa itu “Anak Jalanan” .

2. Bagi pembaca, sebagai sumber pengetahuan mengenai “Anak Jalanan” selain buku-buku         pelajaran lainnya

3. Sebagai gambaran dan acuan agar dapat lebih baik lagi dalam menyelesaikan makalah pada waktu yang akan datang.





BAB II

PEMBAHASAN

1. Anak Jalanan dan pengertiannaya.

     Hidup menjadi anak jalanan bukanlah sebagai pilihan hidup yang menyenangkan, melainkan keterpaksaan yang harus mereka terima karena adanya sebab tertentu. Anak jalanan bagaimanapun telah menjadi fenomena yang menuntut perhatian kita semua. Secara psikologis mereka adalah anak-anak yang pada taraf tertentu belum mempunyai bentukan mental emosional yang kokoh, sementara pada saat yang sama mereka harus bergelut dengan dunia jalanan yang keras dan cenderung berpengaruh negatif bagi perkembangan dan pembentukan kepribadiannya. Aspek psikologis ini berdampak kuat pada aspek sosial. Di mana labilitas emosi dan mental mereka yang ditunjang dengan penampilan yang kumuh, melahirkan pencitraan negatif oleh sebagian besar masyarakat terhadap anak jalanan yang diidentikan dengan pembuat onar, anak-anak kumuh, suka mencuri, sampah masyarakat yang harus diasingkan.

     Pada taraf tertentu stigma masyarakat yang seperti ini justru akan memicu perasaanalineatif mereka yang pada gilirannya akan melahirkan kepribadian introvert, cenderung sukar mengendalikan diri dan asosial. Padahal tak dapat dipungkiri bahwa mereka adalah generasi penerus bangsa untuk masa mendatang.



2. Pengelompokan Anak Jalanan.

     Himpunan mahasiswa Pemerhati Masyarakat Marjinal Kota (HIMMATA) mengelompokan anak jalanan menjadi dua kelompok, yaitu anak semi jalanan dan anak jalanan murni. Anak semi jalanan diistilahkan untuk anak-anak yang hidup dan mencari penghidupan dijalanan, tetapi tetap mempunyai hubungan dengan keluarga. Sedangkan anak jalanan murni diistilahkan untuk anak-anak yang hidup dan menjalani kehidupannya di jalanan tanpa punya hubungan dengan keluarganya .

     Menurut Tata Sudrajat, Anak jalanan dapat dikelompokan menjadi 3 kelompok berdasarkan hubungan dengan orang tuanya, yaitu :Pertama, Anak yang putus hubungan dengan orang tuanya, tidak sekolah dan tinggal di jalanan (anak yang hidup dijalanan / children the street). Kedua,anak yang berhubungan tidak teratur dengan orang tuanya, tidak sekolah, kembali ke orang tuanya seminggu sekali, dua minggu sekali, dua bulan atau tiga bulan sekali biasa disebut anak yang bekerja di jalanan (Children on the street). Ketiga, Anak yang masih sekolah atau sudah putus sekolah, kelompok ini masuk kategori anak yang rentan menjadi anak jalanan ( vulnerable to be street children).

Sementara itu menurut Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia anak jalanan dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu :

1. Anak-anak yang tidak berhubungan lagi dengan orang tuanya (children of the street). Mereka tinggal 24 jam di jalanan dan menggunakan semua fasilitas jalanan sebagai ruang hidupnya. Hubungan dengan keluarga sudah terputus. Kelompok anak ini disebabkan oleh faktor sosial psikologis keluarga, mereka mengalami kekerasan, penolakan, penyiksaan dan perceraian orang tua. Umumnya mereka tidak mau kembali ke rumah, kehidupan jalanan dan solidaritas sesama temannya telah menjadi ikatan mereka. 

2. Anak-anak yang berhubungan tidak teratur dengan orang tua. Mereka adalah anak yang bekerja di jalanan (children on the street). Mereka seringkali diindentikan sebagai pekerja migran kota yang pulang tidak teratur kepada orang tuanya di kampung. Pada umumnya mereka bekerja dari pagi hingg sore hari seperti menyemir sepatu, pengasong, pengamen, tukang ojek payung, dan kuli panggul. Tempat tinggal mereka di lingkungan kumuh bersama dengan saudara atau teman-teman senasibnya. 

3. Anak-anak yang berhubungan teratur dengan orang tuanya. Mereka tinggal dengan orang tuanya, beberapa jam dijalanan sebelum atau sesudah sekolah. Motivasi mereka ke jalan karena terbawa teman, belajar mandiri, membantu orang tua dan disuruh orang tua. Aktivitas usaha mereka yang paling menyolok adalah berjualan koran.

4. Anak-anak jalanan yang berusia di atas 16 tahun. Mereka berada di jalanan untuk mencari kerja, atau masih labil suatu pekerjaan. Umumnya mereka telah lulus SD bahkan ada yang SLTP. Mereka biasanya kaum urban yang mengikuti orang dewasa (orang tua ataupun saudaranya) ke kota. Pekerjaan mereka biasanya mencuci bus, menyemir sepatu, membawa barang belanjaan (kuli panggul), pengasong, pengamen, pengemis dan pemulung.

Secara garis besar terdapat dua kelompok anak jalanan, yaitu :
 1). Kelompok anak jalanan yang bekerja dan hidup di jalan. Anak yang hidup di jalan melakukan semua aktivitas dijalan, tidur dan menggelandang secara berkelompok.
 2). Kelompok anak jalanan yang bekerja di jalanan (masih pulang ke rumah orang tua). 



3. factor – factor yang menyebabkan adanya Anak Jalanan.

     Banyak faktor yang kemudian diidentifikasikan sebagai penyebab tumbuhnya anak jalanan. Parsudi Suparlan berpendapat bahwa adanya orang gelandangan di kota bukanlah semata-mata karena berkembangnya sebuah kota, tetapi justru karena tekanantekanan ekonomi dan rasa tidak aman sebagian warga desa yang kemudian terpaksa harus mencari tempat yang diduga dapat memberikan kesempatan bagi suatu kehidupan yang lebih baik di kota.

     Menurut Saparinah Sadli bahwa ada berbagai faktor yang saling berkaitan dan berpengaruh terhadap timbulnya masalah gelandangan, antara lain: faktor kemiskinan (struktural dan pribadi), faktor keterbatasan kesempatan kerja (faktor intern dan ekstern), faktor yang berhubungan dengan urbanisasi dan masih ditambah lagi dengan faktor pribadi seperti tidak biasa disiplin, biasa hidup sesuai dengan keinginannya sendiri dan berbagai faktor lainnya.

    Hasil penelitian Hening Budiyawati, dkk. (dalam Odi Shalahudin, 2000:11) menyebutkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan anak pergi ke jalanan berdasarkan alasan dan penuturan mereka adalah karena:

1) Kekerasan dalam keluarga.

2). Dorongan keluarga.

3). Ingin bebas.

4). Ingin memiliki uang sendiri.

5). Pengaruh teman. 

Beragam faktor tersebut yang paling dominan menjadi penyebab munculnya anak jalanan adalah faktor kondisi sosial ekonomi di samping karena adanya faktor broken home serta berbagai faktor lainnya.



4. Solusi untuk mengatasi anak jalanan.

     - Pendekatan Penghapusan (abolition)

        Lebih mendekatkan pada persoalan struktural dan munculnya gejala anak jalanan. Anak jalanan adalah produk dari kemiskinan, dan merupakan akibat dari bekerjanya sistem ekonomi politik masyarakat yang tidak adil. Untuk mengatasi masalah anak jalanan sangat tidak mungkin tanpa menciptakan struktur sosial yang adil dalam masyarakat. Pendekatan ini lebih menekankan kepada perubahan struktur sosial atau politik dalam masyarakat, dalam rangka melenyapkan masalah anak jalanan.



     - Pendekatan Perlindungan (protection)

      Mengandung arti perlunya perlindungan bagi anak-anak yang terlanjur menjadi anak jalanan. Karena kompleksnya faktor penyebab munculnya masalah kemiskinan, maka dianggap mustahil menghapus kemiskinan secara tuntas. Untuk itu anak-anakyang menjadi korban perlu di lindungi dengan berbagai cara, misalnya:melalui perumusan hukum yang melindungi hak-hak anak. Fungsionalisasi lembaga pemerintah, LSM dan lembaga-lembaga sosial lainnya. Perlindungan ini senada dengan pendapat pemerintah melalui departemen sosial, praktisi-praktisi LSM dan UNICEF di mana tanggal 15 Juni 1998 membentuk sebuah lembaga independent yang melakukan perlindungan pada anak. Yaitu lembaga perlindungan anak (LPA) membentuk LA tersebut didasarkan pada prinsip dasar terbentuknya embrio LPA, yaitu:1) Anak di fasilitasi agar dapat melaporkan keadaan dirinya.2) Menghargai pendapat anak.3) LPA bertanggung jawab kepada masyarakat bukan kepada pemerintah.4) Accountability Menurut Nugroho, sisi negatif dari pendekatan perlindungan tersebutadalah strategis perlindungan hanya akan menjadi ajang kepentingan para elitdan tokoh masyarakat sehingga berimplikasi pada tidak tuntasnyapenyelesaian problem anak jalanan. Produk-produk hukum yang dirumuskan sebagai wujud bagi perlindungan terhadap anak.



     - Pendekatan Pemberdayaan (empowerment)

   Menekankan perlunya pemberdayaan bagi anak jalanan. Pemberdayaan ini bermaksud menyadarkan mereka yang telah menjadi anak jalanan agar menyadari hak dan posisinya dalam konteks social, politik ekonomi yang abadi di masyarakat. Pemberdayaan biasanya di lakukan dalam bentuk pendampingan. Yang berfungsi sebagai fasilitator, dinamisator, katalisator bagi anak jalanan. Pemberdayaan ini dikatakan berhasil jika anak jalanan berubah menjadi kritis dan mampu menyelesaikan permasalahannya secara mandiri.

Selain itu ada cara lain yang mampu mengatasi masalah anak jalanan, yaitu sebagai berikut:

1. Melakukan pembatasan terhadap arus urbanisasi (termasuk arus masuknya anak-anak) ke Jakarta, dengan cara operasi yustisi, memperkuat koordinasi dengan daerah asal, pemulangan anak jalanan ke daerah asal dll.

2. Melakukan identifikasi terhadap akar permasalahan guna menyelesaikan masalah anak jalanan tersebut dengan menyentuh pada sumber permasalahannya. Sebagai contoh: banyak diantara anak jalanan yang menjadi tulang punggung keluarganya. Jika ini yang terjadi, maka pemerintah tidak bisa hanya melatih, membina atau mengembalikan si anak ke sekolah. Tapi lebih dari itu, pemerintah harus melakukan pendekatan dan pemberdayaan ekonomi keluarganya.

3. Mengembalikan anak jalanan ke bangku sekolah.

4. Memberikan perlindungan kepada anak jalanan tanpa terkecuali. UU nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menyatakan bahwa perlindungan anak perlu dilakukan dengan tujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera.

5. Menciptakan program-program yang responsif terhadap perkembangan anak, termasuk anak jalanan.

6. Melakukan penegakan hukum terhadap siapa saja yang memanfaatkan keberadaan anak-anak jalanan.

7. Membangun kesadaran bersama bahwa masalah anak jalanan sesungguhnya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua.





BAB III

PENUTUP

3.1.Kesimpulan

     Permasalahan anak putus sekolah (anak jalanan) akan semakin rumit jika dibiarkan saja. Semakin hari angka tersebut akan semakin tinggi, jika tidak dilakukan upaya tegas dari pemerintah. Banyaknya anak putus sekolah dan beralih menjadi anak jalanan sebab yang mendasar adalah masalah ekonomi keluarga. Disini peran pemerintah sangat diperlukan. Untuk menanggulanginya pemerintah dapat menciptakan lapangan kerja, program kredit usaha rakyat atau koperasi, memberikan ketrampilan dan modal usaha agar para orang tua bekerja dan mampu menyekolahkan anak mereka. Dan yang terpenting adalah sosialisasi atau kampanye tentang arti penting pendidikan. Memberikan pemahaman tentang arti penting dari generasi sekarang untuk masa depan bangsa ini.



3.2 Saran

     Dengan adanya makalah ini diharapakan mahasiswa telah mengerti dan memahami Anak Jalanan, sehingga dapat mengerti apa itu yang dimaksud Anak Jalanan yang terdapat disekitar kita, agar kita dapat memikirkan kedepannya supaya kita tak menjerumus kesana jika kita terdapat masalah keluarga atau dikucilkan di sekitar kita.





Daftar Pustaka dan Sumber Pendukung

https://fariidaelf.wordpress.com/2014/03/10/contoh-makalah-anak-jalanan-dan-cara-pengentasannya/











































Minggu, 24 Januari 2016


MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR

(SOFTSKILL)

“ MASALAH SOSIAL”





Penyusun :

Toba Surya Pranata (56415920)


Universitas Gunadarma kampus J1

Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang, Jawa Barat

(021) 78881112


KATA PENGANTAR

Puji syukur Saya panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayahNya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar.

Dengan membuat tugas ini Saya diharapkan mampu untuk memahami makna dari apa itu Masalah Sosial. Dalam proses penyelesaian makalah ini, Saya mengalami banyak kesulitan yang disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan dan waktu. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya Saya bisa menyelesaikan makalah ini dengan cukup baik. Karena itu Saya mengucapkan terima kasih kepada :

- EDI FAKHRI selaku Dosen mata kuliah Ilmu Sosial Dasar, yang telah memberikan arahan dan memotivasi Saya untuk menjadi mahasiswa yang aktif dan hebat.

- Orang Tua dan Keluarga Saya yang memberikan motivasi dan bantuan, baik secara moral maupun materi.

Saya sadar, sebagai mahasiswa baru yang masih harus banyak belajar, penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, Saya mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun, agar penulisan makalah di masa mendatang bisa lebih baik.

Saya berharap semoga makalah kami dapat memberi informasi yang berguna bagi pembacanya, terutama mahasiswa, supaya kelak menjadi pribadi yang berwawasan nusantara, karena kita adalah penerus bangsa Indonesia.




PENYUSUN



Daftar Isi



Kata Pengantar...................................................................................................... i

Daftar Isi.............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang............................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................... 2

1.3 Tujuan Penulisan............................................................................................ 2

1.4 Manfaat Penulisan.......................................................................................... 2

BAB II LATAR BELAKANG

2.1 Pengertian Masalah Sosial……………......…................................................3

2.2 Pembahasan...............................................................................................3 - 7

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan.....................................................................................................8

3.2 Saran...............................................................................................................8

Daftar Pustaka......................................................................................................9



BAB I 
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sosiologi terutama ialah gejala-gejala yang wajar dalam masyarakat seperti norma-norma, kelompok sosial, lapisan masyarakat, lembaga-lembaga kemasyrakatan, proses sosial, perubahan sosial dan kebudayaan, serta perwujudannya. Tidak semua gejala tersebut berlangsung secara normal sebagaiman dikehendaki masyarakat bersangkutan. Gejala-gejala yang tidak dikehendaki merupakan gejala abnormal atau gejala-gejala patologis. Hal ini disebabkan karena unsur-unsur masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya sehingga menyebabkan kekecewaan-kekecewaan dan penderitaan. Gejala-gejala abnormal tersebut dinamkan maslah-masalah sosial.

Maslah-masalah sosial tersebut berbeda dengan problema-problema lainnya di dalam masyarakat karena masalah-masalah sosial tersebut berhubungan erat dengan nilai-nilai sosial dan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Masalah tersebut bersifat sosial karena bersangkut paut dengan hubungan antar manusia dan di dalam kerangka bagian-bagian kebudayaan yang normatif. Hal ini dinamakan masalah karena bersangkut-paut dengan gejala-gejala yang mengganggu kelanggengan dalam masyarakat.

Masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Atau, menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut sehingga menyebabkan kepincangan ikatan sosial. Dalam keadaan normal terdapat integrasi serta keadaan yang sesuai pada hubungan-hubungan antar unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat. Apabila antar unsur-unsur tersebut terjadi bentrokan, maka hubungan-hubungan sosial akan


1.2 Rumusan Masalah

1.Menjelaskan apa yang dimaksud dengan masalah sosial, batasan dan pengertiannaya.
2.Menjelaskan apa itu klasifikasi maslah sosial dan sebab-sebabnya.
3.Menjelaskan ukuran-ukuran sosiologi terhadap masalah sosial.
4.Menjelaskan beberapa masalah sosial penting.


1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah mahasiswa mengerti dan memahami pengertian masalah sosial, batasan, klasifikasi masalah sosial dan sebab-sebabnya, dapat mengetahui ukuran-ukuran sosiologi terhadap masalah-masalah sosial serta mampu memberikan contoh masalah sosial penting.

1.4 Manfaat Penulisan

1. Bagi penulis, sebagai sarana menambah pengetahuan mengenai apa itu “Masalah Sosial” .
2. Bagi pembaca, sebagai sumber pengetahuan mengenai “Masalah Sosial” selain buku-buku pelajaran lainnya
3. Sebagai gambaran dan acuan agar dapat lebih baik lagi dalam menyelesaikan makalah pada waktu yang akan datang.



BAB II 
PEMBAHASAN

1.Masalah Sosial, Batasan dan Pengertian

Masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral. Masalah tersebut merupakan persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang inmoral, berlawanan dengan hukum dan bersifat merusak. Oleh sebab itu, maslah-masalah sosial tak akan mungkin diterapkan tanpa mempertimbangkan ukuran-ukuran masyarakat mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Sosiologi menyangkut teori yang hanya dalam batas tertentu menyangkut nilai-nilai sosial dan moral, yang terpokok adalah aspek ilmiahnya.

Maslah sosial masyarakat menyangkut analisis tentang macam-macam gejala kehidupan masyarakat, sedangkan problema sosial meneliti gejala-gejala abnormal masyarakat dengan maksud untuk memperbaiki atau bahkan untuk menghilangkannya. Sosiologi menyelidiki persoalan-persoalan umum dalam masyarakat dengan maksud untuk menemukan dan menafsirkan kenyataan-kenyataan kehidupan masyrakat. Sementara itu, usaha-usaha perbaikannya merupakan bagian dari pekerjaan sosial. Dengan kata lain sosiologi berusaha untuk memahami kekuatan-kekuatan dasar yang berda di belakang tata kelakuan sosial. Pekerjaan sosial berusaha untuk menganggulangi gejala-gejala abnormal dalam masyarakat, atau untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.

Masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Atau, menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut sehingga menyebabkan kepincangan ikatan sosial. Dalam keadaan normal terdapat integrasi serta keadaan yang sesuai pada hubungan-hubungan antar unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat. Apabila antar unsur-unsur tersebut terjadi bentrokan, maka hubungan-hubungan sosial akan terganggu sehingga mungkin terjadi kegoyahan dalam kehidupan kelompok.

Perumusan masalah sosial tidak begitu sukar, daripada usaha-usaha untuk membuat suatu indeks yang memberi petunjuk akan adanya masalah sosial tersebut. Para sosiologi telah banyak mengusahakan adanya indeks-indeks tersebut seperti misalnya indeks simple rates , yaitu angka laju gejala-gejala abnormal dalam masyarakat, angka-angka bunuh diri, perceraian, kejahatan anak-anak, dan seterusnya. Sering kali juga diusahakan sistem composite indices, yaitu gabungan indeks-indeks dari bermacam-macam aspek yang mempunyai kaitan satu sama lainnya contohnya angka bunuh diri di hungkan dengan tingkat kemiskinan yang menjadi faktor melakukan tindakan tersebut. Namun demikian, ada beberapa ukuran umum yang dapat dipakai sebagai ukuran terjadinya suatu disorganisasi dalam masyarakat umpamanya adanya keresahan sosial. Karena terjadinya pertentangan antara golongan-golongan dalam masyarakat, frekuensi penemuan baru yang fundamental dalam kebudayaan dan masyarakat tersebut juga menyebabkan perubahan-perubahan.


2.Klasifikasi Masalah Sosial dan Sebab-Sebabnya

Masalah sosial timbul dari kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor ekonomis, biologis, biofsikologis dan kebudayaan. Setiap masyarakat mempunyai norma yang bersangkut-paut dengan kesejahteraan kebendaan, kesehatan fisik, kesehatan mental, serta penyesuaian diri individu untuk kelompok sosial. Penyimpangan-penyimpangan terhadap norma-norma tersebut merupakan gejala abnormal yang merupakan maslah sosial. Sesuai dengan sumber-sumbernya maslah sosial dapat diklasifkasikan dalam keempat kategori diatas.

Problema-problema yang berasal dari faktor ekonomis antara lain kemiskinan, pengangguran, dan sebagainya. Penyakit, misalnya berasall dari faktor bilogis. Dari faktor fsikologis timbul seperti penyakit saraf (neurosis), bunuh diri, disorganisasi jiwa, dan seterusnya. Sementara itu persoalan yang menyangkut perceraian, kejahatan, kenakalan anak-anak, konflik, dan keagamaan bersumber pada faktor kebudayaan.


3.Ukuran-Ukuran Sosiologi Terhadap Masalah Sosial

   Didalam menentukan apakah suatu masalah-masalah problema sosial atau tidak, sosiologi menggunakan beberapa pokok persoalan sebagai ukuran, yaitu sebagai berikut :

A.Kriteria Utama

Suatu maslah sosial, yaitu tidak adanya persesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai sosial dengan kenyataan-kenyataan serta tindakan-tindakan sosial. Unsur-unsur yang pertama dan pokok masalah sosial adalah adanya perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dengan kondisi-kondisi nyata hidupnya. Artinya, adanya kepincangan-kepincangan antara anggapan-anggapan masyarakat tentang apa yang seharusnya terjadi dengan apa yang terjadi dalam kenyataan pergaulan hidup.

B.Sumber-Sumber Sosial dan Masalah Sosial

Pernyataan tersebut diatas sering kali diartikan secara sempit, yaitu masAlah sosial merupakan persoalan-persoalan yang timbul secara langsung dari atau bersumber langsung pada kondisi-kondisi maupun proses-proses sosial. Jadi, sebab-sebab terpenting maslah sosial haruslah bersifat sosial. Ukurannya tidaklah semata-mata pada perwujudannya yang bersifat sosial, tetapi juga sumbernya. Berdasarkan jalan pikiran yang demikian, kejadian-kejadian yang tidak bersumber pada perbuatan manusia bukanlah mer upakan maslah sosial.

C.Pihak-Pihak yang Menetapkan Apakah suatu Kepincangan Merupakan Masalah   Sosial atau Tidak.

Dalam hal ini para sosiologi harus mempunyai hipotesis sendiri untuk kemudian diujikan pada kenyataan-kenyataan yang ada. Sikap masyarakat itu sendirilah yang menentukan apakah suatu gejala merupakan suatu maslah sosial atau tidak.

D.Perhatian Masyarakat dan Masalah Sosial

Suatu masalah yang merupakan manifest social problem adalah kepincangan-kepincangan yang menurut keyakinan masyarakat dapat diperbaiki, dibatasi atau bahkan dihilangkan. Lain halnya dengan latent social problem yang sulit diatasi karena walaupun masyarakat tidak menyukainya, masyarkat tidak berdaya untuk mengatasinya. Di dalam mengatasi maslah tersebut, sosilogi seharusnya berpegang pada perbedaan kedua macam masalah tersebut yang didasarkan pada sistem nilai-nilai masyarakat; sosiologi seharusnya mendorong masyarakat untuk memperbaiki kepincangan-kepincangan yang diterimanya sbagai gejala abnormal yang mungkin dihilangkan atau diatasi.


4.Beberapa Masalah Sosial Penting

Ada beberapa persoalan penting yang dihadapi oleh masyarakat-masyarakat , misalnya sebagai berikut :

·Kemiskinan
·Kejahatan
·Disoganisasi Keluarga
·Masalah Generasi Muda Dalam Masyarakat Modern
·Peperangan
·Masalah Kependudukan
·Maslah Lingkungan Hidup
·Birokrasi
·Pelanggaran terhadap Norma-Norma Masyarakat ;
  • Pelacuran
  • Delinkuensi Anak-Anak
  • Alkoholisme
  • Homoseksualitas

5.Pemecahan Masalah Sosial

Dalam memecahkan masalah sosial ada beberapa metode yang dapat digunakan yaitu, metode preventif dan metode represif. Metode yang preventif jelas lebih sulit dilaksanakan karena harus didasarkan pada penelitian yang mendalam terhadap sebab-sebab terjadinya masalah sosial. Artinya, setelah suatu gejala dapat dipastikan sebagai masalah sosial, baru diambil tindakan-tindakan untuk mengatasinya. Di dalam mengatasi sosial, tidaklah semata-mata melihat aspek sosiologis, tetapi juga aspek-aspek lainnya. Dengan demikian, diperlukan suatu kerja sama antara ilmu pengetahuan kemasyarakatan pada khususnya untuk memecahkan masalah sosial yang dihadapi tadi.



BAB III 
PENUTUP

3.1.Kesimpulan

1.Masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral. Masalah tersebut merupakan persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang inmoral, berlawanan dengan hukum dan bersifat merusak.

2.Sesuai dengan sumber-sumbernya maslah sosial dapat diklasifkasikan dalam keempat kategori, yaitu faktor-faktor ekonomis, biologis, biofsikologis dan kebudayaan.

3. Ukuran- Ukuran Sosiologi Terhadap Masalah Sosial meliputi, Kriteria Utama, Sumber-Sumber Sosial dan Masalah Sosial, Pihak-pihak yang Menetapkan Apakah suatu Kepincangan Merupakan Masalah Sosial atau Tidak, Perhatian Masyarkat dan Masalah Sosial

4. Beberapa masalah sosial penting meliputi, kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, masalah generasi muda dalam masyarakat modern, peperangan, pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, masalah kependudukan, masalah lingkungan hidup, birokrasi.

5. Dalam memecahkan masalah sosial ada beberapa metode yang dapat digunakan yaitu, metode preventif dan metode represif.


3.2 Saran

Dengan adanya makalah ini diharapakan mahasiswa telah mengerti dan memahami masalah sosial, sehingga dapat menerapkan nya dalam kehidupan masyarakat dan mengurangi tingkat permasalahan sosial yang terjadi dlam masyarakat itu sendiri. 




Daftar Pustaka dan Sumber Pendukung

http://sardianto-aet12.blogspot.co.id/2013/07/makalah-tentang-masalah-sosial-dalam.html







































Jumat, 08 Januari 2016



MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR
(SOFTSKILL)






Penyusun :

1. Toba Surya Pranata (56415920)

Universitas Gunadarma kampus J1
Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang, Jawa Barat
(021) 78881112


KATA PENGANTAR

     Puji syukur Saya panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayahNya Saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar.
Dengan membuat tugas ini Saya diharapkan mampu untuk memahami makna dari apa itu perempuan malam dan gepeng (gelandangan pengemis). Dalam proses penyelesaian makalah ini, Saya mengalami banyak kesulitan yang disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan dan waktu. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya Saya bisa menyelesaikan makalah ini dengan cukup baik. Karena itu Saya mengucapkan terima kasih kepada :

1. EDI FAKHRI selaku Dosen mata kuliah Ilmu Sosial Dasar, yang telah memberikan arahan dan memotivasi Saya untuk menjadi mahasiswa yang aktif dan hebat.
2. Orang tua dan keluarga Saya yang memberikan motivasi dan bantuan, baik secara moral maupun materi.
     Saya sadar, sebagai mahasiswa baru yang masih harus banyak belajar, penulisan makalah ini terdapat banyak kekurangan.Oleh karena itu, Saya mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun, agar penulisan makalah di masa mendatang bisa lebih baik.
Saya berharap semoga makalah kami dapat memberi informasi yang berguna bagi pembacanya, terutama mahasiswa, supaya kelak menjadi pribadi yang berwawasan nusantara, karena kita adalah penerus bangsa Indonesia.


                                                                                                                                          PENYUSUN




DAFTAR ISI

Kata Pengantar................................................................................... i

Daftar Isi............................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.............................................................................. 1

1.2 Rumusan Masalah..........................................................................1

1.3 Tujuan Penulisan........................................................................... 1

1.4 Manfaat Penulisan......................................................................... 1

BAB II LATAR BELAKANG

2.1 Pengertian GePeng dan Prempuan.................................................2

2.2 Pembahasan..............................................................................2 - 3

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan...................................................................................4

3.2 Saran.............................................................................................4

Daftar Pustaka.....................................................................................5



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

     Dampak positif dan negatif tampaknya semakin sulit dihindari dalam pembangunan dan moral masyarakat, sehingga selalu diperlukan usaha untuk lebih mengembangkan dampak positif pembangunan serta mengurangi dan mengantisipasi dampak negatifnya. Gelandangan dan pengemis (gepeng) dan prempuan malam (jablay) merupakan salah satu dampak negatif pembangunan dan moral masyarakat, dimana Gelandangan dan Pengemis(gepeng) dan prempuan malam (jablay) itu sangat meresahkan masyarakat sekitar, Dimana sebenarnya mereka melalukannya karna tuntutan ekonomi untuk memenuhi semua kebutuhan kehidupan kleluarga mereka masing – masing, tetapi dampak dari Gelandang dan Pengemis (gepeng) dan prempuan malam (jablay) itu sangat besar , dimana jika Gembel dan Pengemis (gepeng) itu semakin banyak diperkotaan atau lingkungan masyarakat, jika dia banyak saingan untuk mendapatkan uang, mereka akan melakukan hal lain, bisa jadi dia melakukan suatu pencurian disekitar masyarakat untuk memenuhi sebuah kebutuhannya, sama juga halnya dengan prempuan malam (jablay), jika dia tidak laku lagi dan sudah menjadi bahan olok-olokan warga dia akan melakukan hal yang sama dengan Gembel dan Pengemis(gepeng) untuk memenuhi kehidupannya yang sangat amat untuk dipenuhi.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa saja faktor yang mempengaruhi gelandangan dan pengemis (gepeng) dan prempuan malam(jablay)?

2. Bagaimana proses penanganan gelandangan dan pengemis (Gepeng) dan prempuan malam (jablay)?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui apa yang yang terjadi dimasyarakat tetang apa itu gepeng dan prempuan malam.
2. Untuk mengetahui sisi buruk yang didapat gepeng dan prempuan malam .

1.4 Manfaat Penulisan

1. Bagi penulis, sebagai sarana menambah pengetahuan mengenai apa itu gepeng dan prempuan malam.

2. Bagi pembaca, sebagai sumber pengetahuan mengenai dunia politik selain buku-buku pelajaran lainnya

3. Sebagai gambaran dan acuan agar dapat lebih baik lagi dalam menyelesaikan makalah pada waktu yang akan datang.


BAB II
LATAR BELAKANG

2.1 Pengertian GePeng dan Prempuan malam

     Apa itu gepeng dan prempuan malam ? , ya kita artikan satu persatu, Dimana singkatan dari GePeng itu adalah Gembel dan Pengemis yang sering kita jumpai di pinggir jalan , lampu merah dan didalam bis yang biasanya di geluti oleh kaum lelaki dan prempuan, anehnya anak yang masih dibawah usia 5 Tahun pun diajarkan untuk meminta – minta dipinggir jalan yang seharus nya diusia mereka yang segitu mereka harusnya sedang asik – asiknya sedang bermain dengan teman – eman sebayanya bukan dengan asik dengan meninta – minta dipinggir jalan. Yang kedua apa itu prempuan malam ? , ya prempuan malam itu dapat kita artikan sebagai wanita penghibur laki – laki atau om – om yang ada disekitar masyarakat, Dimana seorang prempuan itu menjual harga dirinya hanya untuk memenuhi sebuah kebutuhannya saja, yang dimana dampak yang didapat cukup berat dari warga sekitar rumahnya karna bisa menjadi bahan omongan dikalanga.


2.2 Pembahasan

       Pekerjaan GePeng dan prempuan malam di kalangan masyarakat cukup banyak digeluti berbagai manusia mulai dari kalangan anak anak , remaja , dewasa , hingga orang tua. Pekerjaan tersebut digeluti dan diminati karna cukup banyak menguntungkan untuk mendapatkan pundi – pundi rupiah, oleh karna itu mereka selalu bekerja keras tiap hari untuk mendapatkan uang yang banyak agar dapat memenuhi tuntutan ekonomi kehidupan keluarga mereka masing – masing, sebenarnya mereka melakukan pekerjaan tersebut sangat amat terpaksa , karna mereka tau mereka bukan orang yang kaya , yang segala kebutuhannya berlebih, bukan juga orang yang berkehidupan mewah yang bisanya hanya berfoya – foya bersama teman atau keluarganya, bukan juga orang yang serba ada yang ingin ini itu langsung terpenuhi, mereka hanya GePeng dan prempuan malam yang kesehariannya yang selalu banting tulang untuk keluarga demi sesuap nasi, dikalangan Masyarakat GePeng dan prempuan malam selalu menjadi bahan perbincangan dan selalu dipandang sebelah mata oleh masyarakat setempat karna pekerjaannya yang tak layak untuk dikerjakan. Disini saya akan membahas satu-satu tentang profesi yang mereka geluti , yang pertama GePeng (gembel dan pengemis) itu profesi yang kerjaannya hanya meminta – minta ataupun memungut beberapa sampah yang dapa dijual dan dijadikan uang, pekerjaan ini juga akan tibul sebab dan akibat dimana bila dia memita – minta taka da seorangpun yang memberinya atau ada orang yang memberinya tapi yang seperti biasanya dia akan nekat melakukan penodongan atau mencuri bisa juga menjabret barang yang dianggap berharga untuk dirinya , kenapa GePeng sering sekali memintaminta dipinggir jalan ? itu karna kita juga sebagai masyarakat yang selaalu menyodorkan uang kita untuk pada gembel dan pengemis di setiap jalan , coba saja jika kita tidak memberikan uang kepada gembel dan pengemis, mungkin populasinya tidak sebanyak yag sekarang ini, gembel dan pengemis itu kebanyakan digeluti oleh anak – anak yang harus nya masih duduk dibangku sekolah, karna keterlibatan biaya mereka memutuskan untuk stop sekolah dan membantu orang tuanya mencari uang, banyak gembel dan pengemis yang sudah ditangkap oleh pihak yang berwenang untuk direhabilitas atau dipulangkan ke kampong halaman mereka, tetapi mereka tetep kekeh dating ke kota – kota yang jumlah penduduknya lebih banyak dan mapan- mapan. Beda halnya dengan gembel dan pengemis, prempuan malam itu profesi yang digeluti oleh seorang wanita mulai dari remaja sampe orang tua, mereka melalukan hal tersebut karna berbagai alasan, karna ditinggal suami mereka harus mencari nafkah mereka sendiri , ada yang juga untuk memenuhi ekonomi keluarga, mereka melakukan hal ini hanya karna mencari uang demi menyekolahkan anak mereka, prempuan malam juga sebenarnya mengetahui apa yang dilakuinnya, tetapi dia tidak perduli karna yang dia lakukan hanyalah untuk melanjutkan kehidupan mereka kedepannya, dimana menjadi prempuan malam itu sangan berat resikonya, diantaranya banyak yang tidak suka dengan dirinya karna dia adalah seorang prempuan yang dianggap tidak benar, selanjutnya efek yang akan didapat para prempuan malam karna profesinya ialah penyakit AIDS yang didapatnya , yang memungkinkan membunuh mereka lebih cepat karna penyakit tersebut. Kita dapat menyimpulkan faktor dari GePeng dan prempuan malam adalah karna masalah kemiskinan,masalah pendidikan,masalah keeterampilan keerja,masalah social budaya (rendahnya harga diri,sikap pasrah terhadap nasib,kebebasan dan kesenangan hidup gelandangan).


BAB III
PENUTUP

3.1.Kesimpulan

     Jadi, dimana pada intinya itu seoarang profesi GePeng dan prempuan malam itu mencari uang untuk kelanjutan hidup mereka dan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yang harus terpenuhi sehari – harinya, walaupun profesinya tersebut sangat dilarang oleh agama , dan dipandang sebelah mata oleh masyarakat sekitarnya karna profesi tersebut profesi yang buruk yang diliat dari luarnya saja oleh masyarakat sekitar , untuk generasi kedepan berikutnya jadilah seorang yang multitallent dan berakhlak baik supaya kita dapat mencapai tujuan hidup yang kita inginkan.

3.2 Saran

     Saran melihat sisi kehidupan manusia jaman sekarang semakin tak bisa di kendalikan dan semakin tahun semakin tidak stabil , oleh karna itu kita sebagai manusia harus dibentuk sejak dini untuk menjadi manusia yang selalu ingin hidup sukses dan bekerja keras jika kelak kita ingin mencapai tujuan yang kita inginkan, jangan lah kita menjadi pengemis dan prempuan malam , masih banyak pekerjaan yang lebih baik dari itu yang hasilnya cukup utnuk makan atau cukup untuk kehidupan sehari – hari , intinya jadilah manusia yang multi talent supaya kita dapat tejun langsung ketemapt yang sesuai dengan talent kita masing – masing supaya mendapatkan rejeki yang halal benar – benar halal.



SUMBER PENDUKUNG